EXPRESI.co, SAMARINDA – Pembahasan draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030 Kalimantan Timur kembali mengemuka, khususnya terkait sejumlah program unggulan yang dijanjikan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Salah satu sorotan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kaltim bersama OPD adalah program umrah gratis bagi marbot masjid. Program keagamaan ini dinilai perlu dikawal sejak awal, terutama dalam hal mekanisme seleksi penerima manfaat.
“Perlu kriteria yang transparan dan disepakati bersama. Jangan sampai penerimanya ditentukan sepihak,” tegas Anggota Pansus, Agusriansyah Ridwan, baru-baru ini.
Agusriansyah juga menekankan pentingnya sinkronisasi program pendidikan, terutama antara GratisPol milik Pemprov Kaltim dan Kutim Tuntas yang dijalankan Pemkab Kutai Timur.
“Jika GratisPol menanggung UKT dan Kutim Tuntas menanggung biaya hidup mahasiswa, maka perlu integrasi agar tidak tumpang tindih atau ada yang justru tidak terlayani,” jelasnya.
Ia menyebut Dinas Pendidikan Kaltim menyambut baik gagasan integrasi tersebut, yang ke depan akan diperkuat lewat sistem digital pelaporan penerima manfaat.
Pada jenjang pendidikan menengah, ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta juga menjadi perhatian. Agus mengusulkan agar Pemprov mulai membuka skema pembiayaan penuh bagi sekolah swasta yang selama ini turut berkontribusi menyediakan layanan pendidikan.
“Kalau ingin pemerataan, maka sekolah swasta yang sudah lama hadir di tengah masyarakat juga perlu diberi akses pembiayaan. Ini bisa jadi solusi saat PPDB penuh,” ujarnya.
Alternatif pembangunan sekolah berasrama di wilayah terpencil juga dikaji, namun menurutnya perlu diperhitungkan secara efisien—apakah lebih tepat membangun sekolah baru atau memaksimalkan fasilitas swasta yang sudah ada.
Di sektor kesehatan, Agus menilai bahwa ketersediaan anggaran menjadi tantangan utama pelaksanaan program. Ia mendorong sinergi dengan perusahaan swasta melalui CSR untuk mendukung pembiayaan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial.
“Prinsip dan niat sudah kuat. Sekarang tinggal bagaimana memperkuat pembiayaannya, salah satunya lewat CSR perusahaan di Kaltim,” tutupnya. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan