EXPRESI.co, KUTIM — Dua orang pemancing nyaris jadi korban kecelakaan laut setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik akibat cuaca buruk di perairan Teluk Lombok, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kamis 8 Januari 2026.
Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan oleh personel Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutim.
Peristiwa tersebut terjadi saat cuaca di perairan Teluk Lombok dilanda angin kencang dan gelombang tinggi.
Kondisi ekstrem itu menyebabkan kapal pemancing mengalami kerusakan pada bagian sayap kapal hingga akhirnya terbalik di tengah perairan.
Kasat Polairud Polres Kutim, AKP Sudarwanto, menjelaskan kecelakaan bermula ketika kapal pemancing berangkat dari Sungai Sangatta menuju lokasi memancing.
Namun, saat berada di perairan Teluk Lombok, kapal tidak mampu menghadapi hantaman ombak besar sehingga kehilangan kendali.
“Korban sempat menghubungi rekannya dan menyampaikan titik koordinat lokasi kapal sebelum akhirnya hilang kontak. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Sat Polairud langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan,” jelasnya.
Berkat respons cepat dan kesiapsiagaan personel Sat Polairud, dua pemancing tersebut berhasil ditemukan dalam waktu singkat.
Keduanya kemudian dievakuasi dan dibawa ke lokasi aman untuk mendapatkan penanganan awal.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, memberikan apresiasi atas kinerja cepat dan profesional jajaran Sat Polairud dalam menangani kejadian tersebut.
AKBP Fauzan menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan, menjadi prioritas utama Polres Kutai Timur.
“Kecepatan dan ketepatan tindakan anggota di lapangan sangat menentukan keselamatan korban. Saya mengapresiasi dedikasi personel Polairud yang sigap dalam melakukan penyelamatan,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Ia juga mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pemancing, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca sebelum melaut serta memastikan kelengkapan alat keselamatan standar.
“Kami mengingatkan agar tidak memaksakan diri melaut saat cuaca tidak bersahabat. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan