EXPRESI.co, KUTIM — Banjir akibat luapan Sungai Wahau terus meluas dan merendam tujuh desa di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Senin 8 Desember 2025.
Enam desa terendam air hingga masuk ke permukiman. Sementara satu desa, Bea Nehas, terisolasi lantaran akses jalan tertutup air.
Genangan terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu, memicu kenaikan debit sungai sejak Minggu malam.
Desa yang terdampak ialah Muara Wahau, Nehes Liah Bing, Jak Luay, Long Wehea, Dabaq, Diaq Lay, dan Bea Nehas.

Menanggapi masalah tersebut, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, memastikan penanganan banjir telah berjalan sejak laporan pertama diterima pemerintah daerah.
“Kemarin kita sudah menggelar rapat dan tim BPBD sudah bergerak melakukan koordinasi di Kecamatan Muara Wahau, Kombeng, Karangan, dan Bengalon,” ujar Ardiansyah, Senin 8 November 2025.
Ia mengatakan pihaknya juga menerima perkembangan situasi dari Kodim 0909/KTM. Ardiansyah menyebut perubahan kondisi hulu sungai menjadi salah satu faktor pemicu banjir.
“Kita tahu di hulu ada penggundulan, status hutan berubah menjadi sawit. Saya sudah minta Dinas Perkebunan memastikan penanganan kayu-kayu yang ditumpuk perusahaan itu seperti apa,” tegasnya.
Meski demikian, Ardiansyah berharap kondisi Kutai Timur tidak mengarah pada bencana yang lebih besar.
“Mudah-mudahan tidak sejauh itu. Selama ini kita hanya menghadapi banjir, bukan banjir bandang seperti di daerah lain,” ujarnya.
Sementara itu, BPBD Kutai Timur melaporkan air di wilayah terdampak masih mengalami kenaikan. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengatakan intensitas hujan di hulu Sungai Seleq masih tinggi.
“Air masih naik karena hujan di sana masih turun. Evakuasi belum ada laporan. Kalau tidak ada perkembangan, besok pagi tim BPBD akan turun ke lokasi,” jelasnya.
Selain Muara Wahau, empat kecamatan lain turut terdampak, yakni Karangan, Kombeng, Telen, dan Bengalon.
Di Karangan, warga sempat dievakuasi namun telah kembali setelah kondisi mengering. BPBD juga terus memantau peringatan cuaca dari BMKG terkait potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kutim.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan