EXPRESI.co, BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengungkap sejumlah wilayah rentan pernikahan dini tahun 2024. Antara lain Loktuan, Tanjung Laut, Berbas Pantai, Bontang Lestari dan pulau-pulau di perairan Kota Bontang.

Pada tahun 2024, jumlah pernikahan dini di Bontang capai 19 orang. Bontang Selatan 12 kasus. Bontang Barat 1. Sedangkan, Bontang Utara 6.

Data tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni dalam rapat koordinasi pencegahan pernikahan dini dan isu permasalahan dan hidup perilaku remaja 2025 di Auditorium 3D pada Senin, 22 Desember 2025.

“Ini mungkin yang Bontang Selatan, bagian pesisir yang banyak (pernikahan dini),” ungkap Neni.

Politisi Golkar itu menilai banyak anak yang putus sekolah di wilayah pesisir Bontang. Alasannya, mereka ikut membantu pekerjaan ayahnya sebagai nelayan.

Fenomena itu dinilai menjadi faktor pendukung terjadinya pernikahan dini. Untuk itu Neni mengatakan pentingnya penceramah berdakwah ihwal pencegahan pernikahan dini di pelosok wilayah Bontang.

“Para dai, para ulama perlu menyebar ke pelosok pesisir juga,” ujarnya.

Kata Neni, pemuka agama berperan besar dalam membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan pernikahan dini.

Masyarakat dianggap lebih mendengar pemuka agama mengenai program-program yang dicanangkan Pemkot Bontang.

“Kalau pemuka agama ini turun ke masyarakat dan menyampaikan program Pemkot Bontang, masyarakat akan ikut,” imbuhnya. (Labib)