EXPRES.co, BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mencatat sebanyak 73 bencana yang melanda Bontang sepanjang 2024.
Terdiri dari banjir, kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, angin puting beliung, tanah longsor, dan kecelakaan laut.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bontang, Sony Suwito Adicahyono, menyebutkan hingga September 2025, 26 bencana dengan karakteristik serupa seperti tahun sebelumnya.
Kata dia, Pemkot Bontang sudah berusaha menangani berbagai persoalan. Utamanya banjir, agar tidak menimpa lagi kota dengan julukan Taman ini.
“Kami ingin penanganan banjir di Bontang tidak lagi menjadi momok tahunan,” tegasnya, Kamis, 23 Oktober 2025.
Sony menyampaikan fokus Pemkot Bontang pada penanganan banjir, baik banjir perkotaan, luapan sungai, maupun banjir akibat pasang air laut (rob),
Kata dia, Pemkot telah berupaya konkret melakukan pembangunan folder pengendali banjir, pintu air, dan kolam retensi, serta pengadaan lahan dan rencana pembangunan jalan layang menuju Bontang Kuala.
“Agar bisa dimitigasi dengan infrastruktur yang terukur dan terpadu,” katanya
Sony menegaskan penanggulangan bencana di daerah menjadi indikator kinerja utama Pemkot yang akan dinilai dalam Indeks Ketahanan Daerah (IKD) oleh Kementerian Dalam Negeri dan BNPB.
Pemkot Bontang juga akan menggandeng perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar membantu penyediaan peralatan, logistik, hingga pelatihan kebencanaan.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan dapat secara aktif melaksanakan pelatihan tanggap bencana minimal dua kali dalam setahun bersama BPBD dan relawan di kelurahan,” pungkasnya. (Labib)

Tinggalkan Balasan