EXPRESI,co BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melaksanakan 11 program strategis urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar.
Di antaranya, kata Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, pemerintah melaksanakan berbagai program dan kegiatan strategis, seperti yang pertama, pemberian perlengkapan sekolah kepada 32.279 peserta didik.
“Semuanya kita berikan baju, sepatu, tas, buku secara gratis dan merata dan untuk TK juga kita berikan tas dan baju seragam gratis,” jelasnya, dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Senin 30 Maret 2025 di Kantor DPRD Bontang.
Kedua, pemberian laptop sebanyak 389 unit diperuntukkan bagi guru SD dan SMP Negeri se-Kota Bontang.
“Juga pelengkapan sekolah berupa tablet kepada siswa kelas 3 SMP Negeri sebanyak 1.651 unit,” sebutnya.
Ketiga, pemerintah memberikan kenaikan insentif guru swasta, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta.
Keempat, pelaksanaan program Zero Stunting dengan Intervensi 9.753 balita bermasalah gizi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ibu hamil, serta TTD bagi remaja putri di sekolah dengan capalan angka prevalensi stunting hasil operasi timbang 15,45%.
“Kita mengadakan timbang balita serentak dan alhamdulillah telah terjadi penurunan stunting, di tahun 2026 target kita 10 sampai 12%,” kata Neni.
Kelima, cek kesehatan gratis yang terealisasi sebesar 35.762 orang.
Keenam, pelaksanaan program air bersih untuk masyarakat Bontang. Telah terealisasi 90,20% dari target sasaran sebesar 96,35% pada tahun 2025.
Ketujuh, pemerintah Kota Bontang merealisasikan peningkatan kualitas kawasan permukiman melalui optimalisasi sistem air limbah domestik dengan peremajaan jaringan pipa air limbah (IPAL) Bontang Kuala, pembangunan toilet umum, serta pembangunan septic tank terapung.
Delapan, selanjutnya yang menjadi program strategis pemerintah, ialah pelaksanaan kegiatan Bontang Berhias melalui penataan pedestrian di 4 ruas jalan utama di JL. Suryanata, JL. M.T Haryono, J.L W.R Suprtman, dan JL. H.M Ardans.
Sembilan, rehabilitasi 213 unit rumah tidak layak huni (RTLH) melalui sinergi pendanaan APBD sebanyak Kota (59 unit), APBD Provinsl (100 unit), APBN (45 unit) TJSL PT PKT (8 unit), dan Baznas (1 unit).
Kesepuluh, realisasi program Bontang Bebas Banjir melalu peningkatan drainase perkotaan 79.08%, penurapan Sungai Bontang (49,47%) dan Sungai Guntung (16,67%) serta normalisasi Sunga Bontang (71,93%) dan Sungai Guntung (74,36%) guna mereduksi luapan air secara terintegrasi.
Terakhir, realisasi Program Bontang Terang melalui pemasangan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) sebanyak 665 titik di seluruh wilayah Kota Bontang pada tahun 2025. (Sal/adv)

Tinggalkan Balasan