EXPRESI.co, BONTANG — Warga Bontang mengeluh terhadap letak Mal Pelayanan Publik (MPP) di pasar Taman Rawa Indah. Mulai dari akses yang sulit dijangkau, hingga banyak gerai pelayanan publik yang tutup.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Aspiannur, mengatakan sebetulnya pelayanan seluruh gerai masih dalam tanggung jawab masing-masing pihak terkait.
Dalam gedung MPP ada 42 gerai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi swasta lainnya, yang seharusnya siap melayani masyarakat.
Gerai yang aktif diantaranya PDAM Tirta Taman, Disdukcapil, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PUPR, serta layanan perizinan DPMPTSP.
“Yang rutin buka yah cuman yang banyak pengunjungnya saja untuk melakukan pelayanan,” ungkap Aspiannur saat dihubungi Expresi, Selasa, 25 November 2025.
Sepinya masyarakat yang melakukan pelayanan publik menjadi salah satu faktor banyaknya gerai OPD maupun pihak swasta tutup.
Selain itu, ia mengakui pengunjung yang sepi disebabkan akses MPP yang sering dikeluhkan karena sulit dijangkau. Ditambah letaknya yang dinilai tidak ramah untuk golongan disabilitas.
“Statusnya mereka (gerai) yang tutup tidak menarik diri juga,” ucapnya.
Aspiannur mengaku belum mengetahui pasti gerai mana saja yang sudah lama tutup. Ia berjanji bakal melakukan identifikasi lebih lanjut gerai yang tutup, baik dari OPD maupun Swasta.
Kemudian, Aspiannur mengatakan untuk gerai pelayanan Swasta yang tutup memang karena rugi menempatkan pegawainya di MPP yang sepi pengunjung.
“Makannya mereka tidak tempatkan lagi pegawainya di sana (MPP),” ujarnya.
Pihaknya telah komunikasi dengan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni perihal posisi MPP yang memang dinilai kurang strategis itu.
Pihaknya mengungkapkan telah mengajukan wacana perpindahan MPP ke gedung Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) di Jalan Jenderal Sudirman.
“Kami sudah ajukan opsi itu, namun masih menunggu kepastian waktu perpindahan Dispopar,” imbuh Aspiannur. (Adv)

Tinggalkan Balasan