BONTANG – Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan Pemerintah Kota Bontang telah menuntaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat dengan menyiapkan lahan seluas 8 hektare di kawasan Bontang Lestari.

Hal itu disampaikan Neni saat meninjau langsung lokasi yang telah dihibahkan kepada Kementerian Sosial (Kemensos), Senin 18 Mei 2026.

Menurutnya, lahan tersebut bahkan telah melalui proses pematangan agar pembangunan bisa segera direalisasikan.

“Kami berharap Sekolah Rakyat ini segera dibangun karena pemerintah daerah sudah menunjukkan keseriusannya dengan menyiapkan lahan yang sudah dimatangkan,” ujar Neni.

Ia menjelaskan, proses pematangan lahan dilakukan dengan memaksimalkan alat dan sumber daya milik pemerintah daerah tanpa bergantung penuh pada anggaran besar dari APBD.

“Kalau daerah lain mungkin menggunakan APBD khusus, tapi kami memaksimalkan alat-alat yang ada untuk mempercepat kesiapan lahannya,” katanya.

Neni juga meminta agar Detail Engineering Design (DED) dari pemerintah pusat segera diserahkan kepada Pemkot Bontang agar tahapan lanjutan bisa diproses dan pembangunan dapat dimulai tahun ini.

“Mohon bantuannya agar DED segera diberikan sehingga Sekolah Rakyat di Bontang bisa segera dibangun,” tambahnya.

20260518 124803 scaled

Ia turut mengapresiasi seluruh organisasi perangkat daerah yang terlibat dalam penyiapan kawasan tersebut, mulai dari Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup hingga Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.

“Terima kasih semua OPD yang sudah bekerja luar biasa menyiapkan lahan ini,” ucap Neni.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Bontang, drg. Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan DED dari pusat dibutuhkan untuk melengkapi sejumlah dokumen teknis seperti UKL-UPL dan ANDALALIN sebelum pembangunan dimulai.

Diketahui, kawasan tersebut merupakan bagian dari total 63 hektare lahan milik Pemerintah Kota Bontang yang sebagian telah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis, termasuk Sekolah Rakyat dan gudang Bulog. (Sal/adv)