‎EXPRESI.co, KUTIM – Wacana penghapusan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi mulai menimbulkan kekhawatiran di daerah.

‎Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak langsung terhadap program bantuan bagi masyarakat, khususnya nelayan dan petani.

‎Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyebut rencana tersebut memang masih dalam tahap pembahasan antara pemerintah provinsi dan DPRD. Namun, jika direalisasikan, dampaknya dipastikan akan terasa di lapangan.

‎“Ini masih sebatas wacana. Ada usulan dari pemerintah provinsi, tetapi DPR juga menyampaikan keberatan. Artinya, masih perlu kajian yang matang,” ujarnya kepada awak media, Senin 20 April 2026.

‎Selama ini, Bankeu menjadi salah satu sumber dukungan anggaran bagi daerah untuk menjalankan program yang menjadi kewenangan provinsi, seperti sektor kelautan dan pertanian.

‎Bantuan tersebut antara lain menyasar kebutuhan nelayan hingga penyediaan alat pertanian bagi masyarakat.

‎Mahyunadi menegaskan, tanpa dukungan tersebut, pemerintah kabupaten akan menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di sektor-sektor tersebut.

‎“Bantuan untuk nelayan dan alat pertanian itu kewenangan provinsi, bukan kabupaten. Kalau Bankeu ditiadakan, siapa yang akan membantu mereka?” tegasnya.

‎Selain itu, ia juga menyoroti kemungkinan perubahan skema Bankeu menjadi belanja langsung oleh pemerintah provinsi. Menurutnya, opsi tersebut berpotensi mengurangi ruang DPRD dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

‎“Kalau menjadi belanja langsung, tidak lagi melalui DPR. Padahal DPR menyerap aspirasi masyarakat melalui reses tiga kali dalam setahun. Aspirasi itu harus diperjuangkan,” jelasnya.

‎Pemerintah daerah berharap, jika pun terjadi perubahan kebijakan, pemerintah provinsi tetap menghadirkan skema pengganti yang memiliki manfaat setara dengan Bankeu. Hal itu dinilai penting agar program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap berjalan.

‎“Kami berharap Bankeu atau program sejenis tetap ada. Daerah masih membutuhkan dukungan provinsi demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Yuristio)