Expresi, Bontang – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk memperkuat layanan informasi publik dan promosi investasi melalui teknologi videotron masih harus tertunda.

Dua unit videotron mewah yang baru dipasang oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang di lokasi strategis, yakni simpang empat Kelurahan Loktuan dan simpang empat Bontang Kuala, hingga awal November ini masih belum berfungsi.

Penyebabnya bukanlah masalah teknis pada perangkat, melainkan kendala klasik: belum tersambung jaringan listrik.

Penata Perizinan Ahli Muda, Bidang Infrastruktur, DPMPTSP Kota Bontang, Idrus, membenarkan situasi tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pemasangan instalasi listrik belum dapat dilakukan karena adanya keterbatasan alokasi anggaran pada tahap awal pengadaan proyek tersebut.

“Terkait kenapa belum menyala, karena waktu awal anggarannya tidak mencukupi,” terang Idrus Rabu (5/11/2025).

Namun, penantian ini dipastikan tidak akan berlangsung lama. Idrus menuturkan kekurangan dana untuk instalasi listrik tersebut telah diatasi dengan memasukkannya ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025.

Untuk menyuplai daya listrik ke dua titik lokasi videotron, DPMPTSP telah mengalokasikan total anggaran sekitar Rp75 juta.

Setelah proses administrasi anggaran selesai, Idrus optimistis pengerjaan sambungan listrik akan segera dikebut.

“Jadi di perubahan ini kami tambahkan khusus untuk pengadaan listrik. Kemungkinan besar Desember nanti sudah bisa terpasang dan videotronnya dapat digunakan,” tambahnya.

Setelah beroperasi penuh, videotron ini diharapkan menjadi ujung tombak baru dalam komunikasi pemerintah daerah.

Fungsinya tidak hanya terbatas pada promosi investasi dan perizinan, tetapi juga sebagai media edukasi, transparansi kegiatan pemerintah, serta sarana penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat.

Bahkan, media visual ini juga direncanakan untuk dikomersilkan kepada pihak swasta, membuka peluang pendapatan asli daerah. (Adv)