EXPRESI.co, KUTIM – Warga Kutai Timur (Kutim) segera memiliki akses layanan penanganan penyakit jantung dan stroke tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

‎RSUD Kudungga tengah mempersiapkan operasional layanan kateterisasi jantung atau Catheterization Laboratory (CathLab) yang selama ini hanya tersedia di kota besar.

‎Kehadiran layanan ini menjadi kebutuhan mendesak, mengingat selama ini pasien dengan kondisi darurat jantung dan stroke harus menjalani rujukan ke luar daerah, yang berisiko memperlambat penanganan medis.

‎Direktur RSUD Kudungga, Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menuntaskan berbagai persyaratan, baik dari sisi peralatan maupun sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV).

‎”Masih ada beberapa standar minor yang harus kami kejar. Kami optimistis bisa kita kejar dalam waktu dekat,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.

‎Selain kesiapan teknis, pemenuhan standar tersebut juga menjadi syarat utama untuk menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jika kerja sama terealisasi, layanan CathLab dapat diakses secara gratis oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

‎Meski RSUD Kudungga belum memiliki dokter spesialis BTKV secara tetap, Yusuf memastikan layanan tetap bisa berjalan melalui skema kolaborasi dengan rumah sakit lain.

‎”Tidak mesti ada dokter spesialis sendiri. Masih memungkinkan melalui perjanjian kerjasama,” lanjutnya.

‎Saat ini, RSUD Kudungga telah mengajukan kerja sama dengan RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk penyediaan tenaga dokter spesialis BTKV.

‎Keberadaan CathLab dinilai krusial dalam menekan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke, yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Keterlambatan penanganan selama ini menjadi salah satu risiko terbesar bagi pasien.

‎”Tujuan alat ini bagaimana bisa menurunkan angka kematian akibat serangan jantung dan stroke. Kalau penanganannya lewat sekian menit atau jam, bisa membahayakan nyawa,” jelasnya.

‎Sebelumnya, pada Rabu (15/4), tim BPJS Kesehatan Kantor Wilayah Samarinda telah melakukan visitasi untuk menilai kesiapan layanan tersebut.

‎Saat ini, RSUD Kudungga tinggal menunggu keputusan dari BPJS Kesehatan pusat terkait kerja sama layanan CathLab. Biaya tindakan yang berkisar mulai Rp.7 juta diharapkan tidak lagi menjadi beban pasien apabila layanan ini resmi ditanggung BPJS.(Yuristio)