EXPRESI.co, SAMARINDA — Perkembangan teknologi yang pesat telah merambah ke sektor olahraga, termasuk munculnya industri Elektronik Sport (E-Sport) yang mendapat sambutan positif di Indonesia. Industri ini telah membangun ekosistem yang solid, mulai dari komunitas hingga pelaku aktif.
Menanggapi perkembangan E-Sport sebagai cabang olahraga baru, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalimantan Timur, Agus Hari Kusuma, menyampaikan bahwa status resmi E-Sport bergantung pada kebijakan komite olahraga terkait.
“Masuknya E-Sport menjadi kewenangan komite masing-masing, untuk prestasi itu KONI, kalau untuk masyarakat itu KORMI,” jelas Agus.
Komunitas E-Sport mengkhawatirkan ketidakjelasan status olahraga ini, yang berpotensi membuat E-Sport tidak mendapat tempat dalam kejuaraan nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun Festival Olahraga Nasional (Fornas).
Agus menambahkan, apabila E-Sport sudah menjadi anggota KONI, maka peluang untuk masuk dalam PON terbuka. Namun, keputusan akhir mengenai keikutsertaan cabang olahraga (cabor) berada di tangan Pengurus Besar PON (PB PON).
“Nah tergantung tuan rumahnya diselenggarakan atau tidak E-Sport, keputusan ada di PB pengurus besar PON nantinya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa kehadiran suatu cabor di PON juga dipengaruhi oleh kesiapan tuan rumah penyelenggara. “Karena setiap tuan rumah itu bisa memunculkan cabor, bisa juga tidak sepakat dengan cabor karena melihat sarana prasarananya,” ujarnya.
Terakhir, Agus menegaskan bahwa semua keputusan terkait penyelenggaraan cabang olahraga di PON tercantum dalam Technical Book atau Buku Panduan Teknis yang ditetapkan oleh PB PON.
Status E-Sport sebagai cabang olahraga resmi di Indonesia memang masih dalam proses pengkajian di berbagai tingkat organisasi olahraga. Kejelasan ini penting agar E-Sport dapat berkembang dan diakui secara resmi dalam kompetisi nasional maupun internasional. (aw/adv/dispora/kaltim)

Tinggalkan Balasan