EXPRESI.co — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menyinggung soal bangunan aset perpustakaan yang kini tampak tak terurus.

Komisi IV DPRD Kaltim itu menyebut hal tersebut dikarenakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim kurang memperhatikan aset bangunan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD).

Padahal, menurut anggota Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin, perpustakaan Kaltim memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kaltim yang diharapkan bakal berdampak pada kemajuan bangsa dan daerah.

Sebab, perpustakaan adalah ladang literasi bagi masyarakat, minat baca masyarakat perlu didorong dan dijaga salah satunya dengan menyediakan ruang untuk mendukung perkembangan literasi.

“Perpustakaan Kaltim harus menjadi tempat yang nyaman dan menarik bagi masyarakat yang ingin membaca dan belajar. Namun, jika fasilitasnya tidak diperhatikan dan dijaga dengan baik, maka masyarakat akan malas datang ke sini,” ujar Salehuddin, Rabu (29/11).

Dengan tidak terurusnya perpustakaan, kata Salehuddin, dapat berdampak pada rendahnya literasi. Sehingga daya saing masyarakat Kaltim menurun dibanding pendatang dari luar Provinsi Kaltim.

Tidak hanya itu, dampak negatif lainnya terletak pada keahlian dan pendapatan masyarakat yang juga menurun.

“Kita harus siapkan SDM yang berkualitas untuk menghadapi dan berperan aktif di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yang sebagian besar berada di Kaltim,” tegasnya.

Untuk itu, Salehuddin berharap, Pemprov segera mengalokasikan anggaran atau memberi fasilitas tambahan yang dibutuhkan oleh perpustakaan Kaltim.

Tak hanya itu, dia juga mengajak seluruh kabupaten/kota di Kaltim untuk mendukung pembangunan perpustakaan Kaltim, yang merupakan bagian dari pembangunan Kaltim.

“Hasil Reses ini adalah masukan yang sangat berharga bagi pembangunan Kaltim ke depannya,” tandasnya. (adv/dprd)