EXPRESI.co, SAMARINDA – Sisa anggaran beasiswa Program Kaltim Tuntas (BKT) tahun 2024 sebesar Rp3,5 miliar dipastikan tidak akan mengendap tanpa manfaat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui DPRD memastikan dana tersebut akan digunakan untuk membiayai kuliah mahasiswa baru yang akan masuk perguruan tinggi pada semester ganjil tahun 2025.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, menyatakan bahwa dana tersebut dialokasikan untuk membayar langsung Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa baru semester pertama. Mekanisme pencairan pun diubah agar lebih tertib dan transparan.

“Dananya tetap digunakan, tapi mekanismenya berbeda. Kini dibayarkan langsung ke kampus, bukan lagi ke rekening mahasiswa seperti sebelumnya,” ujar Darlis.

Ia menjelaskan, perubahan skema ini sejalan dengan arahan Gubernur Rudi Mas’ud yang ingin memastikan pendidikan dikelola berbasis kebutuhan strategis daerah serta menghindari potensi penyalahgunaan dana.

“Dulu bantuan dikirim langsung ke mahasiswa. Sekarang langsung ke institusi pendidikan. Ini bagian dari reformasi tata kelola yang lebih akuntabel,” jelasnya.

Namun, keterbatasan fiskal membuat program ini belum bisa menyentuh seluruh mahasiswa. Prioritas diberikan kepada mahasiswa baru, sementara yang telah menempuh semester tiga ke atas belum dapat diakomodasi.

“Kita realistis dengan kondisi anggaran. Untuk saat ini difokuskan dulu kepada mahasiswa baru agar mereka tidak terhambat memulai kuliah,” tambah politisi dari Partai Demokrat itu.

Darlis menegaskan, meski ada penyesuaian teknis, komitmen Pemprov dan DPRD terhadap pendidikan tetap tidak berubah.

“Bentuk bantuannya boleh bergeser, tapi prinsip dasarnya tetap sama: memperluas akses pendidikan yang adil dan merata bagi masyarakat,” tutupnya. (Adv/DPRD Kaltim/IA)