EXPRESI.co, KUTAI KARTANEGARA — Untuk pertama kalinya, seluruh peserta Overland Blukar 4×4 Season 4 di Kutai Kartanegara (Kukar) mendapatkan perlindungan penuh dari BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini merupakan langkah baru dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrem di Kukar, di mana aspek keselamatan peserta kini menjadi prioritas utama.
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar ini resmi bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tenggarong guna memberikan jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi seluruh off-roader yang ikut ambil bagian.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tenggarong, Eka Suryadi, mengatakan bahwa langkah ini menjadi tonggak awal penerapan perlindungan sosial ketenagakerjaan di setiap event olahraga, hiburan, maupun kegiatan petualangan di Kukar.
“Alhamdulillah, seluruh peserta Overland Blukar kali ini sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Kami hadir untuk menanggulangi berbagai risiko mulai dari sakit, kecelakaan, hingga risiko meninggal dunia,” ujar Eka, Sabtu (8/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa perlindungan tersebut berlaku penuh sejak tahap registrasi hingga peserta mencapai garis finish di Kecamatan Samboja. Segala bentuk kecelakaan atau insiden selama kegiatan akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan.
“Mulai dari start sampai finish, semua peserta kami cover. Bila terjadi kecelakaan, biayanya unlimited sampai sembuh total. Peserta tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun,” tegasnya.
Menurut Eka, selama ini banyak masyarakat, termasuk atlet dan komunitas pecinta kegiatan alam bebas, belum memahami bahwa risiko kecelakaan juga bisa terjadi di luar dunia kerja formal. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperluas jangkauan perlindungan hingga ke sektor komunitas dan hobi ekstrem.
“Bentuknya bisa olahraga tamasya, hiburan, bahkan content creator di alam terbuka — semua tetap berisiko. Kami ingin mereka terlindungi,” ucapnya.
Sebagai contoh, salah satu peserta sekaligus YouTuber asal Bontang, Pak Ambo, juga terdaftar dalam program ini untuk menjamin aktivitasnya selama mengikuti event berlangsung.
Dengan biaya iuran hanya Rp16.800 per bulan, peserta sudah mendapatkan dua jenis perlindungan sekaligus, yakni JKK dan JKM. Skema ini dinilai sangat ringan namun berdampak besar bagi keamanan peserta.
“Iurannya kecil, tapi manfaatnya besar. Mereka bisa menikmati kegiatan dengan tenang tanpa khawatir soal risiko,” jelas Eka.
Langkah ini juga menjadi sinyal perubahan paradigma bahwa jaminan sosial bukan hanya hak pekerja formal, melainkan juga bagi masyarakat di sektor informal, komunitas, hingga penggemar olahraga ekstrem.
“Ini baru awal. Ke depan, kami ingin semua kegiatan di Kukar baik olahraga, hiburan, maupun komunitas bisa terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Karena risiko tidak pernah memilih siapa yang terkena,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan