EXPRESI.co, KUTAI KARTANEGARA – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kukar Aji Ali Husni, mengungkapkan bahwa gerakan pramuka menghadapi tantangan di era modern, terutama akibat perubahan pola aktivitas pelajar yang semakin padat.

Ia menjelaskan jadwal belajar di sekolah kini lebih ketat, sehingga menyulitkan siswa meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan pramuka.

“Kesibukan sekolah meningkat, pelajar juga banyak ikut program lain. Akhirnya pramuka sering ketabrak jadwal,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Selain dari lingkungan sekolah, beragam aktivitas di luar sekolah seperti komunitas kreatif, klub olahraga, hingga kegiatan sosial juga turut mengurangi minat pelajar.

Menurut Aji Ali, banyaknya pilihan aktivitas membuat pramuka harus bersaing lebih kuat dalam menarik perhatian generasi muda.

“Ada banyak pilihan dan kadang itu lebih menarik di mata anak-anak. Ini tantangan buat kita,” katanya.

Meski demikian, ia menilai situasi ini bukan hambatan semata, melainkan peluang untuk berbenah. Pramuka, katanya, harus menyesuaikan diri dengan karakter generasi sekarang yang lebih dinamis dan menyukai tantangan.

Aji Ali menegaskan bahwa pembaruan program menjadi kunci agar gerakan pramuka tetap relevan dan digemari.

“Kami ingin gerakan pramuka punya program yang lebih menantang, lebih seru dan bisa bersaing dengan kegiatan lain. Jadi bukan hanya mempertahankan, tapi juga meningkatkan daya saing,” pungkasnya.(Adv)