EXPRESI.co, KUTIM – Warga pedalaman atau yang terpencil di kawasan Kutai Timur tak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk menjalani operasi.
RSUD Muara Bengkal resmi mengoperasikan ruang bedah, membuka akses layanan kesehatan yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat di kawasan tersebut.
Pengoperasian fasilitas ini menjadi langkahi nyata pemerintah daerah menghadirkan layanan medis langsung di wilayah terpencil, sekaligus memotong waktu penanganan pasien yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan bahwa saat ini RSUD Muara Bengkal telah didukung oleh tujuh dokter spesialis yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“RSUD Muara Bengkal kini sudah memiliki tujuh dokter spesialis, meliputi penyakit dalam, anak, bedah, kandungan, anestesi, radiologi, dan patologi klinik,” ujarnya, Kamis 2 April 2026.
Selama ini, pasien dari Muara Bengkal dan wilayah sekitarnya harus dirujuk ke Sangatta bahkan hingga Samarinda untuk menjalani tindakan operasi. Proses tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menambah beban biaya bagi keluarga pasien.
Dengan hadirnya ruang bedah, penanganan medis kini dapat dilakukan lebih cepat dan efisien di daerah sendiri.
“Dengan adanya layanan ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk kasus-kasus yang bisa ditangani di sini. Ini tentu sangat membantu masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran tenaga medis spesialis merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan hingga ke pelosok.
“Ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terpencil,” jelasnya.
Selain mempercepat layanan, keberadaan fasilitas ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas penanganan pasien, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan tindakan segera.
dr. Yuwana menambahkan, pembiayaan tenaga medis spesialis dilakukan melalui skema kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
“Pembiayaan dilakukan dengan sistem sharing cost antara provinsi dan kabupaten, sehingga keberlanjutan layanan dapat terjaga,” tambahnya.
Meski demikian, rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap tetap dilakukan untuk kasus-kasus tertentu yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Dengan pengoperasian ruang bedah ini, RSUD Muara Bengkal kini menjadi pusat layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat di Muara Bengkal dan lima kecamatan sekitarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Muara Bengkal, dr.Andriansyah, menyebut pengoperasian ruang bedah ini sebagai tonggak penting dalam pengembangan layanan rumah sakit.
“Ini menjadi langkah besar bagi kami dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, efektif, dan berdampak langsung terhadap keselamatan serta kesembuhan pasien,” pungkasnya.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan