EXPRESI.co, BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sempat menyebut beberapa titik lokasi untuk fasilitas khusus ojek online (Ojol).
“Ada 3 titik yang disiapkan, UMKM Center, Pasar Rawa Indah (Tamrin) dan Terminal Bontang,” ungkap Neni usai pelantikan jabatan pimpinan OPD di Pendopo Rujab, Senin, 5 Januari 2026.
Sejumlah pekerja Ojol pun menilai rencana Pemerintah Kota (Pemkot) tersebut salah sasaran.
Perwakilan Ojol Bontang, Agus mengatakan lokasi Pasar Tamrin dan Terminal bukan titik ramai orderan. Artinya tidak strategis.
Pemkot Bontang pun perlu mempertimbangkan penempatan lokasi yang ramai pesanan penumpang. Alasannya, agar penyediaan fasilitas itu bisa tepat sasaran.
“Bukan sepi lagi, tapi memang kosong orderan di dua wilayah itu,” ungkapnya, Jumat 9 Januari 2026.
Senada, perwakilan pos Ojol Smanda, Andre Adityo menuturkan, dua lokasi tersebut merupakan wilayah langganan Ojol mengalami pembatalan orderan di Kota Bontang.
Ada dua lokasi strategis yang menjadi titik wilayah ramai penumpang. Antara lain area Taman Tanjung Laut dan Simpang 3 Lampu merah jalan tambus.
Andre mengatakan telah menyampaikan usulan itu ke Wali Kota melalui pesan WhatsApp beberapa waktu lalu.
Ia mengaku diminta untuk membuat surat resmi mewakili organisasi Ojol ke Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang.
“Dari pihak Ojor disuruh bersurat mengatasnamakan organisasi ke Dishub, lah kita ini Ojol tidak ada organisasinya,” pungkasnya. (Labib)

Tinggalkan Balasan