EXPRESI,co BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengungkapkan pelaksanaan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar telah berjalan melalui berbagai program strategis pada tahun 2025.

Total terdapat 71 program dan 171 kegiatan yang dijalankan sepanjang tahun 2025.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Bontang, Senin 30 Maret 2026, kemarin.

“Dari pagu anggaran sebesar Rp467,160 miliar, realisasi mencapai Rp417,790 miliar atau sebesar 88,96 persen. Sementara rata-rata capaian kinerja mencapai 98,09 persen,” ujar Neni di hadapan anggota dewan.

Neni mengatakan, pelaksanaan program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari ketenagakerjaan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, ketahanan pangan, lingkungan hidup, hingga administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan urusan lain seperti perhubungan, komunikasi dan informatika, koperasi dan UMKM, penanaman modal, kepemudaan dan olahraga, hingga kebudayaan dan kearsipan.

Dalam paparannya, Neni turut menyoroti sejumlah program strategis yang dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Di antaranya pembentukan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) guna menyelaraskan pelatihan tenaga kerja dengan kebutuhan industri di Bontang.

Pemkot juga melakukan monitoring rekrutmen tenaga kerja untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, serta memberikan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 36.777 pekerja rentan.

Di sektor lingkungan, penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber terus digalakkan melalui program bank sampah. Hingga 2025, tercatat sebanyak 317 bank sampah telah terbentuk.

Sementara itu, dalam upaya peningkatan kualitas keluarga, program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) turut dijalankan melalui edukasi pencegahan pernikahan usia anak serta layanan konseling bagi masyarakat.

“Program percepatan penurunan stunting juga terus dilakukan melalui pendampingan kepada 5.438 keluarga berisiko,” jelasnya.

Di bidang ekonomi, Pemkot Bontang menyalurkan bantuan permodalan melalui Kredit Bontang Kreatif (KBK) dengan bunga 0 persen bagi pelaku UMKM. Hingga 2025, program ini telah menjangkau 117 usaha dengan total penyaluran mencapai Rp1,568 miliar.

Selain itu, ada juga inovasi digital melalui pengembangan sistem perizinan berbasis chatbot AI WhatsApp TERA (Teman Responsif Perizinan Anda) untuk mempermudah layanan kepada masyarakat.

Pada sektor infrastruktur dan olahraga, pemerintah membangun lapangan mini soccer di Kelurahan Satimpo serta melakukan pemeliharaan berbagai fasilitas olahraga, termasuk lapangan tenis Bessai Berinta, Sport Center Loktuan, dan Stadion Bessai Berinta.

Tak hanya itu, berbagai event budaya juga digelar untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti Pesta Laut di Bontang Kuala, Festival Erau di Guntung, hingga Bontang City Carnival.

Neni menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan dukungan DPRD serta masyarakat Kota Bontang.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tutupnya. (Sal/adv)