EXPRESI.co, BONTANG – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Najirah-Aswar memparkan program Bantuan 3 M (Menikah, Melahirkan, Meninggal) di RT 14 Kelurahan Api-api, Jumat (11/10/2024) sore. Kandidat nomor urut 3 ini gaungkan program tersebut untuk menekan angka perceraian di Kota Bontang.
Calon Wali Kota Najirah, mengatakan bahwa program bantuan ini diberikan untuk warga yang akan menikah hingga melahirkan. Program ini disebut tidak hanya untuk menakan anggaka oerceraian, tapi juga dapat mengentas stunting.
“Jadi semua kita fikirkan, program ini selain menjadi upaya menurunkan angka perceraian, juga menurunkan angka stunting,” jelasnya usai sosialisasi di Kelurahan Api-Api.
Bantuan menikah akan direalisasikan melalui Dinas Sosial. Sementara untuk bantuan melahirkan, sambungnya, akan direalisasi pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kota Bontang.
“Nanti di Dinas Sosial ataupun bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) Kota Bontang. Dan bantuan melahirkan di Dinas Kesehatan,” ungkapnya.
Najirah menyebut, program ini akan dibantu oleh lembaga Gerakan Keluarga Sakinah, bekerja sama dengan Depatemen Agama untuk memberikan pelatihan.
Sementara untuk durasi waktu pendidikan pra nikah, Najirah mengaku akan lebih mematangkan konsep tersebut secara teknis, termasuk Rancangan Peraturan Wali Kota.
“Nantilah secara teknis kita buat, yang jelas bukan semata program, tapi memang bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Senada, calon Wakil Wali Kota, Muhammad Aswar mengatakan, Bontang merupakan kota kecil tapi angka perceraian tinggi. Ia menegaskan, bantuan menikah merupakan upaya meminimalisir angka perceraian di Kota Bontang.
“Bontang ini kota kecil, tapi angka perceraian untuk tahun ini per bulan September kemarin, sudah 250 kasus perceraian,” kata Muhammad Aswar.
Aswar menyebut, untuk mengatasi fenomena tersebut, dibutuhkan metode yang tepat. Dia jelaskan, calon penerima 3 M akan diberi pelatihan lebih dulu. Politisi Gelora itu mengatakan, dibutuhkan metode untuk mengatasi fenomena tersebut.
“Jadi untuk mendapatkan bantuan menikah, masyarakat harus ikut pelatihan. Setelah itu jika dirasa sudah layak menikah baru kita berikan sertifikat, nah mereka yang telah memiliki sertifikat lah yang akan mendapatkan bantuan senilai Rp5 juta,” terangnya.
Lebih lanjut, Aswar menyebut, dalam pendidikan pra nikah, nantinya tidak hanya pembekalan terkait agama namun juga terkait reproduksi dan kesehatan. (*)

Tinggalkan Balasan