EXPRESI.co, KUTIM — Hampir dua pekan terakhir, warga Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terpaksa menjalani aktivitas tanpa penerangan listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yang menjadi satu-satunya sumber listrik di desa wisata tersebut rusak setelah tersambar petir.
PLTS yang dibangun sejak 2018 itu mengalami kerusakan saat hujan lebat sekitar 15 hari lalu. Akibatnya, pasokan listrik bagi seluruh warga desa terhenti hingga kini.
Sekretaris Desa Pulau Miang, Agus, membenarkan kerusakan fasilitas energi terbarukan tersebut. Menurutnya, gangguan terjadi akibat sambaran petir yang mengenai sistem PLTS komunal.
“Sekitar 15 hari lalu PLTS itu rusak, informasinya karena petir,” ucapnya, saat dihubungi melalui telpon, Selasa 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan, selama ini masyarakat Desa Pulau Miang sepenuhnya bergantung pada PLTS komunal tersebut untuk kebutuhan listrik sehari-hari. Warga juga tidak dikenakan biaya dalam pemanfaatannya.
Kerusakan itu memicu keresahan di tengah masyarakat, mengingat tidak ada sumber listrik alternatif lain di desa tersebut.
PLTS komunal itu melayani sebanyak 112 kepala keluarga dengan kapasitas daya mencapai 50 kWp, yang merupakan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
Saat ini, pemerintah desa bersama warga masih melakukan pengecekan terhadap tingkat kerusakan. Berdasarkan informasi awal, terdapat satu komponen utama yang harus diganti.
“Dari pihak pertama yang merakit PLTS menyampaikan ada alat yang harus diganti. Barang itu harus dibeli dari luar negeri infonya,” ungkapnya.
Agus menambahkan, pihak desa bersama masyarakat telah meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi agar perbaikan PLTS komunal tersebut dapat segera direalisasikan.
“Semoga bisa kembali bagus lagi lah PLTS ini, soalnya masyarakat susah mendapatkan akses listrik kalau ini kelamaan rusak,” katanya.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan