EXPRESI.co, BONE – Aksi perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) milik pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati A. Islamuddin dan A. Irwandi Natsir memantik reaksi keras dari berbagai kalangan. APK dengan tagline “Tegak Lurus” ditemukan dalam kondisi rusak di beberapa titik strategis seperti Jalan Biru dan Jalan Ahmad Yani, serta sejumlah lokasi lainnya di Bone pada Senin, (30/9/2024).

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya suasana kondusif menjelang Pilkada Bone yang dijadwalkan berlangsung damai dan aman. Sejumlah pihak mengutuk tindakan tersebut sebagai ancaman bagi iklim demokrasi.

DR. Hasanuddin Acang, seorang akademisi dan penggiat budaya serta politik lokal, turut mengecam keras aksi vandalisme ini. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merusak nilai demokrasi, tetapi juga menodai etika dan tata krama yang dijunjung tinggi masyarakat Bone.

“Kita harus menjaga nilai-nilai pangadereng yang menjadi kebanggaan Bone sebagai kota beradat. Pesta demokrasi ini adalah milik semua orang Bone. Jangan merusak wajah demokrasi kita dengan aksi-aksi primitif hanya karena fanatisme berlebihan,” tegas Hasanuddin.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga rasa saling menghormati dan menghargai antar sesama dalam proses Pilkada. Dia bilang, tindakan ekstrem seperti perusakan APK tidak bisa ditoleransi, dan aparat keamanan harus segera mengusut pelaku untuk mencegah potensi konflik yang lebih besar.

“Kita semua bertanggung jawab menciptakan suasana aman dan damai, sesuai petuah sejarah Bugis Bone, yaitu sipakatau dan sipakalebbi. Semua pihak patut mengutuk dan menindak pelaku vandal agar tidak menodai proses demokrasi kita,” pungkasnya.

Aparat keamanan pun diminta agar segera mengidentifikasi pelaku perusakan dan memastikan Pilkada Bone berlangsung dengan aman dan tertib.

“Mestinya aparat keamanan harus mengusut dan memproses hukum pelaku-pelakunya sebagai upaya pencegahan represif agar tidak menimbulkan potensi masalah yang lebih besar lagi,” ujarnya. (*)