EXPRESI.co, KUTIM — Manajemen Persikutim United mengambil langkah cepat dan strategis untuk merespons sorotan terhadap performa tim di kompetisi Liga 3 Nusantara musim ini. Menjelang sisa laga krusial, tim berjuluk Singa Mose itu resmi menunjuk Syafril Usman sebagai pelatih kepala baru.

‎Keputusan tersebut diambil sebagai upaya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi permainan maupun mental bertanding, agar Persikutim United mampu bertahan di kasta Liga 3.

‎Ketua Umum Persikutim United, Pandi Widiarto, menegaskan bahwa penunjukan pelatih asal Sulawesi Selatan itu didasarkan pada rekam jejak dan pengalamannya di sepak bola nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

‎Syafril Usman diketahui pernah menjabat sebagai asisten pelatih PSM Makassar serta pelatih kepala PSM Makassar U-21, yang dinilai memiliki pemahaman kuat dalam membangun tim dengan komposisi pemain lokal.

‎”Ya alhamdulillah, kita sudah bersepakat dan menandatangani kontrak untuk pelatih baru Persikutim United. Di sisa laga ini kami berharap dengan kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak coach yang baru ini bisa membantu mengembalikan performa Persikutim sesuai yang kita harapkan,” ujar Pandi, Senin 12 Januari 2026.

‎Selain faktor teknis, manajemen juga mempertimbangkan kedekatan emosional atau chemistry pelatih dengan lingkungan tim. Pandi menyebut Syafril sebelumnya telah merasakan atmosfer Persikutim United saat mendampingi PSM Makassar dalam laga undangan, sehingga adaptasi diyakini tidak akan memakan waktu lama.

‎Dengan sisa tiga pertandingan musim ini, manajemen membebankan target yang realistis namun krusial kepada pelatih baru. Fokus utama adalah mengamankan posisi Persikutim United agar tetap bertahan di Liga 3, sembari berupaya meraih poin maksimal di setiap laga.

‎”Ada target khusus, pasti kita kasih target beliau untuk bagaimana bisa mengamankan tim Persikutim untuk bisa tetap bertahan di Liga 3. Dengan opsi juga kita akan berupaya memberikan motivasi buat pelatih gimana supaya bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk tim ini,” jelas Pandi.

‎Dalam waktu dekat, pembenahan skema permainan menjadi prioritas. Manajemen menginginkan perubahan gaya bermain yang lebih agresif dan memiliki daya tekan tinggi dibandingkan penampilan sebelumnya.

‎Tak hanya itu, aspek mental pemain juga menjadi perhatian serius. Padatnya tekanan di akhir musim dinilai membutuhkan sosok pelatih berpengalaman yang mampu membangkitkan motivasi dan kepercayaan diri para pemain lokal yang mendominasi skuad Persikutim United saat ini.

‎Ke depan, kontrak Syafril Usman disertai opsi perpanjangan. Jika mampu memberikan dampak positif dan membangun fondasi tim yang solid, manajemen membuka peluang kerja sama jangka panjang pada musim kompetisi Liga 3 berikutnya dengan rencana memadukan pemain lokal dan profesional.

‎”Kalau di musim berikutnya, PR-nya pasti kita akan memadukan pemain lokal juga dengan pemain-pemain profesional tentunya. Kita memang tantangan kita mencari pemain lokal ini yang di samping mereka punya skill tapi punya mental yang bagus juga,” pungkasnya.(Yuristio)