EXPRESI.co, KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperkuat pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di luar sektor pertambangan.

‎Salah satu fokus yang didorong yakni usaha padat karya melalui pengolahan hasil pertanian dan perkebunan daerah.

‎Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai sektor pertanian dan perkebunan masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

‎“Kita punya peluang besar selain tambang dan sawit. Kita ingin memberikan kesempatan kepada pengusaha padat karya. Tidak harus pengusaha bermodal besar, cukup masyarakat yang punya kemampuan mengolah hasil daerah,” kata Ardiansyah, Senin 25 Mei 2026.

‎Menurutnya, pengembangan usaha padat karya menjadi langkah strategis karena mampu menyerap tenaga kerja lokal secara langsung sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

‎Pemkab Kutim, lanjut Ardiansyah, juga berkomitmen memberikan dukungan kepada pelaku usaha lokal agar mampu berkembang dan memiliki daya saing di pasar luar daerah.

‎Salah satu komoditas yang kini mulai menunjukkan perkembangan positif yakni cokelat. Dalam waktu dekat, Kutim disebut akan mulai mengirim biji cokelat ke Bandung sebagai bagian dari perluasan pasar hasil perkebunan daerah.

‎“Alhamdulillah saya mendapat kabar, Insyaallah bulan Juni nanti akan dikirim dua ton biji cokelat ke Bandung. Artinya permintaan dari luar daerah sudah mulai ada,” ujarnya.

‎Meningkatnya permintaan pasar tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi petani maupun pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produksi serta kualitas hasil perkebunan.

‎Ardiansyah menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong hilirisasi produk pertanian agar komoditas lokal tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah ekonomi.

‎“Kalau produksi terus meningkat, tentu ini menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pemerintah daerah akan mendukung supaya produksinya terus berkembang,” katanya.

‎Selain membuka akses pasar, Pemkab Kutim juga berupaya memastikan adanya pendampingan bagi kelompok usaha dan petani agar pengembangan komoditas lokal dapat berjalan secara berkelanjutan.

‎Ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lebih aktif melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha lokal sehingga peluang pasar yang mulai terbuka bisa dimanfaatkan secara maksimal.

‎Menurut Ardiansyah, potensi pertanian dan perkebunan di Kutim masih sangat besar apabila dikelola secara serius dan terarah.

‎“Permintaan dari luar masih terbuka. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan kontinuitas produksinya supaya pasar tetap percaya dengan produk kita,” pungkasnya.(Yuristio)