Expresi, Bontang — Perairan laut di Kota Bontang mencapai sekitar 34.977 Ha atau 70,29 persen dari total luas wilayah kota. Tentu saja ini menyebabkan karakteristik masyarakat Bontang dipengaruhi ekosistem laut.
Maka, pembangunan masif di sektor kelautan, sebut saja perikanan, bisa menjadikan Kota Bontang semakin maju. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim pun mengaku akan mengembangkan Bontang dari sektor kemaritiman.
Pernyataan tersebut disampaikan pihak Bappeda Kaltim dalam Musrenbang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bontang pada Mei 2025 lalu.
“Pemprov akan intervensi dan berjuang untuk wilayah maritim di Bontang,” ucap pihak Bappeda.
Potensi Pabrik Pengalengan Ikan
Sejumlah pihak pun bertanya-tanya. Seperti apa potensi dalam pabrik pengalengan ikan. Tentu saja sangat besar. Namun sampai hari ini, ada kendala yang cukup besar juga: investor.
Kebutuhan investor untuk menyuntik dana ke Bontang tentu saja lantaran keuangan pemerintah daerah yang masih butuh pengondisian.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni beberapa waktu lalu pun menarget bahwa pabrik pengalengan ikan hadir di 2026. Pernyataan Neni itu keluar saat diwawancarai pada Kamis 22 Mei 2025 lalu. “Insyallah target awal tahun depan. Kita upayakan,” singkatnya.
Sebetulnya, wacana pembangunan pabrik pengalengan ikan ini bergulir pada era kepemimpinan pertama politisi Golkar itu.
Tapi baru kali ini Pemkot Bontang siap merancang pembangunannya dengan matang. Dan niat tersebut tertuang dalam RPJMD Kota Bontang.
Bahkan, Pemkot Bontang juga sudah siap berkolaborasi dengan investor untuk membangun pabrik tersebut. “Untuk membangun cold storage, alhamdulillah insyaAllah ada investornya,” ucap Neni waktu itu.
Wakil Rakyat Ngotot
Wakil rakyat Bontang, Suharno, menyampaikan bahwa Pemkot memang harus serius mengembangkan wilayah pesisir. Kata dia, dulu ada gagasan membangun pabrik pengalengan ikan. Dan sekarang tetap harus didorong.
“Saya pikir ini bisa dilaksanakan di periode ini,” tegas Suharno singkat.
Apalagi peluang besar sudah terbuka. Karena Pemprov Kaltim mengaku mau membantu dan membangun Kota Bontang dari sektor kemaritiman. “Nah ini kan kita bisa berkolaborasi. Sehingga saya berharap sekali ada pabrik ini.”
DPMPTS Siap Sambut Investor
Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang Muhammad Aspiannur, mengatakan siap menyambut baik investor yang berniat. Dengan adanya pembangunan pabrik ini, tentu saja bisa mendongkrak laju perekonomian.
“Kami di PTSP sangat siap membantu investor terkait perizinannya. Untuk ekonomi yang lebih maju,” ucapnya belum lama ini.
Akan tetapi, saat dikonfirmasi pada Senin 1 Desember 2025, Muhammad Aspiannur masih belum memastikan rencana pembangunan tersebut.
Lebih lagi berkaitan dengan kedatangan investor untuk menyuntikkan dana mereka dalam pembangunan ini, masih belum bisa dipastikan. Masih menunggu informasi.
“Nanti kalau sudah ada (jelas) saya berikan informasinya,” singkat Aspiannur saat dikonfirmasi.
Dalam penelusuran redaksi, diwacanakan sebelumnya bahwa pembangunan pabrik pengalengan ikan bakal bertandang di kawasan Kluster D Bontang Lestari: kawasan industri Bontang. (Adv)

Tinggalkan Balasan