Pendidikan akan memutus rantai kemiskinan termasuk daerah Kukar. Upacara peringatan hari pendidikan diadakan dan berlokasi di halaman kantor Bupati Kukar. Sunggono selaku Sekda menjadi Insepektur upacara hari pendidikan nasional pada Jumat, 2/2/2025.

Dalam upacara peringatan hari pendidikan kali ini membahas tema terkait Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua. Ketika membaca sambutan dari Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar Menengah (Mendikdasmen), Sunggono menjelaskan kalau peringatan hari pendidikan nasional bukan hanya sekadar seremonial tahunan yang ditandai dengan upacara bendera dan berbagai lomba.

Hari pendidikan nasional harus menjadi momentum untuk bisa meneguhkan dan tingkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa.

Pada hakikatnya pendidikan menjadi proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia, dan peradaban bangsa sedangkan secara individual pendidikan yang menjadi proses mengembangkan fitrah manusia sebagai makhluk pendidikan (homo educandun) dimana manusia bisa menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan dan berbagai kecerdasan yang memungkinkan untuk meraih kesejahteraan dan kebahagiaan material dan spiritual serta dalam konteks kebangsaan pendidikan serta sarana mobilitas sosial politik yang secara vertikal mengangkat harkat dan martabat bangsa.

“Sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas sebagaimana disebutkan dalam Asta Cita keempat, Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur,” ungkap Sunggono.

Melalui pendidikan, Presiden Prabowo bakal berkomitmen akan terus memutus mata rantai kemiskinan. Presiden bertekad demi bisa memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, pembelajaran digital, dan peningkatan kualitas, kualifikasi, serta kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan.

“Dengan cara demikian guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban karena Para guru tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran tetapi juga mentor dan konselor para murid,” jelas Sunggono.

Guru menjadi orang tua yang akan senantiasa akan berada pada sisi para murid dalam suka dan duka serta memandu para muridnya mencapai cita-cita luhur.

“Untuk itu diperlukan kerja sama semua pihak baik pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa. Pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak dapat bekerja sendiri karena keterbatasan sumber daya dan sumberdana. Perlu dukungan dan partisipasi semesta agar pendidikan sebagai layanan publik dapat berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat,” sambungnya.

“Sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan langkah-langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu. Secara manajerial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperbaiki tata kelola, pembinaan, dan kinerja guru. Secara kurikuler, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menerapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning), pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Koding, dan Kecerdasan Artifisial (Al),” beber Sunggono.

“Sedang secara pedagogis dalam rangka membentuk karakter, Kementerian membuat kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat, program Pagi Ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Pendidikan karakter pada tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak diluncurkan Album Kicau yang berisi lagu anak-anak,” pungkasnya.***