Expresi.co, SAMARINDA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dirangkai talk show pertanian di Kota Samarinda, Jumat 13 Februari 2026.

Agenda itu dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari sembilan kabupaten/kota se-Kaltim, mahasiswa, hingga siswa SMK pertanian.

Ketua DPD PTI Kaltim, Akbar Patompo, mengatakan agenda utama kegiatan ini adalah konsolidasi dan penyusunan program kerja tahun 2026.

“Hari ini kegiatan sebenarnya rapat kerja daerah. Kami kumpulkan DPC-DPC Pemuda Tani di 9 kabupaten kota di Samarinda hari ini untuk rapat koordinasi dan raker untuk program kerja di tahun 2026. Kami rangkaikan dengan talk show juga,” ujar Akbar.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan instansi terkait, di antaranya perwakilan Bulog, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), serta Dinas Pangan.

Mahasiswa dan siswa SMK Pertanian juga dilibatkan untuk memperluas wawasan generasi muda tentang sektor pertanian.

Akbar menjelaskan, talk show sengaja digelar untuk mendekatkan organisasi kepada kalangan muda yang selama ini hanya mengenal aktivitas Pemuda Tani melalui media sosial.

“Talk show ini sebenarnya karena anak-anak muda di Kaltim ini hanya lihat kita itu di medsos saja,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mengubah persepsi generasi muda bahwa pertanian bukan sektor yang tertinggal, melainkan bidang yang menjanjikan kesejahteraan jika dikelola dengan baik.

“Tujuannya untuk menyebarkan pikiran-pikiran bahwa dunia pertanian ini ternyata tidak seperti apa yang mereka pikirkan. Ini bisa menjamin kesejahteraan, bisa menjamin masa depan juga ketika mengikuti kaidah-kaidah yang baik dan mengerti usaha-usaha di bidang pertanian,” tegasnya.

Akbar juga mengungkapkan adanya arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia agar seluruh daerah membentuk dan menjalankan program sekolah tani.

“DPP Pemuda Tani melalui Sekjen, ada instruksi. Jadi setiap pemuda tani yang terbentuk di 22 provinsi dan ratusan DPC kabupaten kota itu diminta untuk melakukan sekolah tani,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut dibagi dalam dua tingkatan. Sekolah tani tingkat 1 untuk DPC dan sekolah tani tingkat 2 untuk provinsi.

“Jadi kami memang disuruh merekrut anak-anak muda. Nanti dikasih materi-materi tentang dunia pertanian, peluang-peluang di dunia pertanian, perikanan, kelautan, kehutanan, pangan, ya itu semuanya,” paparnya.

Aktif Koordinasi BUMN

Sejak dilantik pada 2024, DPD PTI Kaltim disebut telah aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan BUMN.

“Koordinasi sudah setahun yang lalu. Begitu kami terlantik di 2024, kami sudah beraudiensi dengan Dinas Ketahanan Pangan, sudah dengan Pak Wakil Gubernur, sudah dengan Komisi II DPR Provinsi juga,” ungkap Akbar.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah BUMN dan perusahaan swasta. Beberapa pihak seperti BUMN, Bulog, Pupuk Kaltim.

“Kemudian beberapa perusahaan-perusahaan swasta. Kami sudah audiens, malah beberapa sudah MOU,” katanya.

Target Tiap Tahun

Akbar menegaskan, misi utama organisasi adalah mendorong regenerasi petani di tengah ancaman krisis tenaga kerja sektor pertanian.

“Utamanya sebenarnya pemuda tani adalah mengajak anak muda untuk tahu dan cinta dalam pertanian. Syaratnya jadi anggota pemuda tani itu saja dua, mau dan cinta dengan pertanian itu,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga ingin menjadi mitra kritis pemerintah, khususnya dalam mendorong regulasi yang lebih ramah terhadap generasi muda di sektor pertanian.

“Kami juga ingin menyuarakan bagaimana aturan-aturan konstitusi di Republik Indonesia ini supaya ramah terhadap anak muda, terkhusus di bidang pertanian. Karena menurut hemat kami, beberapa aturan saya lihat tidak ramah terhadap anak muda,” ujarnya.

Ia berharap ke depan lahir kebijakan yang lebih mendukung keterlibatan generasi muda dalam sektor strategis pangan.

“Mudah-mudahan ke depan aturan-aturan terkhusus di bidang strategis pangan ini ada aturan lagi yang mengkhususkan supaya lebih ramah terhadap anak-anak muda. Supaya masalah krisis regenerasi petani ini bisa kita jawab,” katanya.

DPD Pemuda Tani Indonesia Kaltim menargetkan penambahan anggota secara signifikan setiap tahun. “Kita target setiap tahun ada anak pemuda tani nambah 1.000 di Kaltim. Tahun depan bisa 2.000. Supaya nanti kalau orang-orang tua petani hari ini sudah tidak bisa lagi, siapa yang mau melakukan? Anak muda paling pas,” pungkas Akbar. (Wan)