EXPRESI.co, KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan lahan hibah untuk pembangunan gudang penyimpanan milik Bulog sebagai upaya memperkuat sistem penyimpanan hasil panen sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pertanian di daerah.
Gudang tersebut direncanakan memiliki kapasitas besar dan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta melindungi hasil produksi petani lokal.
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Noviari Noor, mengatakan pembangunan gudang Bulog menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem penyerapan hasil panen petani di Kutim.
“Salah satu syarat utama dalam pembangunan gudang tersebut adalah hibah lahan dari pemerintah daerah kepada Bulog. Pemerintah Kabupaten Kutim telah menyiapkan lahan yang akan dihibahkan sebagai lokasi pembangunan gudang,” jelasnya, Jumat 5 Maret 2026.
Ia menuturkan keberadaan fasilitas penyimpanan tersebut akan berperan penting dalam mengatur alur distribusi hasil pertanian, terutama saat musim panen ketika produksi meningkat.
Menurutnya, tanpa fasilitas penyimpanan yang memadai, petani kerap menghadapi penurunan harga jual akibat melimpahnya pasokan di pasar.
Lebih lanjut, Novi menyebut proses hibah lahan menjadi tahapan krusial karena akan menjadi dasar hukum bagi Bulog untuk memulai pembangunan sekaligus pengelolaan fasilitas tersebut.
“Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan proses administrasi hibah lahan agar proyek dapat segera memasuki tahap berikutnya,” tegasnya.
Lahan yang disiapkan pemerintah daerah untuk pembangunan gudang tersebut memiliki luas sekitar 4,7 hektare. Area tersebut bahkan direncanakan akan ditambah sekitar 1 hektare guna mendukung pengembangan fasilitas penunjang lainnya.
Adapun kebutuhan awal pembangunan gudang berkapasitas sekitar 3.500 ton beserta fasilitas kantor diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 3 hektare.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, memaparkan sektor pertanian di Kutai Timur memiliki potensi yang terus berkembang.
“Pada tahun ini, Kutim mendapatkan alokasi cetak sawah seluas 1.106 hektare dari Kementerian Pertanian (Kementan). Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengusulkan tambahan 750 hektare cetak sawah baru melalui APBN tahun 2026 guna meningkatkan kapasitas produksi pangan,” terang Dyah.
Ia menjelaskan hingga saat ini luas lahan pertanian di Kutai Timur tercatat sekitar 2.638 hektare. Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan produktivitas melalui berbagai program dukungan dari pemerintah pusat.
Selain perluasan lahan, peningkatan produksi juga difokuskan pada penyediaan benih unggul guna meningkatkan kualitas hasil panen petani.
“Pada periode 2023-2024, pemerintah daerah telah membangun enam unit penangkar bibit padi untuk memastikan ketersediaan benih unggul bagi para petani,” sebutnya.
Pemilihan gudang dengan kapasitas besar dinilai sejalan dengan kesiapan infrastruktur pertanian yang telah dimiliki Kutim, termasuk keberadaan Rice Processing Unit (RPU) serta fasilitas dryer untuk pengeringan gabah.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan