EXPRESI.co, KUTIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) oleh perusahaan mineral dan batu bara yang beroperasi di wilayah tersebut.

‎Langkah ini diambil menyusul masih belum meratanya realisasi program PPM di sejumlah perusahaan, meski kewajiban tersebut telah diatur dalam regulasi pemerintah pusat.

‎Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin program PPM hanya menjadi formalitas administratif tanpa dampak nyata bagi masyarakat lingkar tambang.

‎“Kita ingin seluruh perusahaan memiliki komitmen yang sama. Jangan hanya sebatas laporan di atas kertas, tetapi betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Mahyunadi.

‎Menurutnya, dari puluhan perusahaan Minerba yang beroperasi di Kutim, baru sebagian kecil yang dinilai konsisten menjalankan PPM secara berkelanjutan. Selebihnya masih perlu didorong agar lebih aktif dan transparan dalam realisasi program.

‎“Kita bisa kejar lagi beberapa perusahaan ada 38 kalau mohon maaf kalau salah,” jelasnya.

‎Mengacu pada ketentuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PPM wajib disusun secara terstruktur dan berkesinambungan serta selaras dengan rencana pembangunan daerah. Program ini mencakup sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi lokal, sosial budaya hingga lingkungan hidup.

‎Pemkab Kutim pun berencana memanggil perusahaan-perusahaan terkait untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan kewajiban tersebut dijalankan sesuai aturan. Evaluasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta.

‎Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah mendorong perusahaan agar lebih responsif terhadap kebutuhan sosial masyarakat, seperti bantuan bagi warga kurang mampu dan perbaikan rumah tidak layak huni.

‎“Kami berharap perusahaan tidak hanya fokus pada operasional usaha, tetapi juga mengambil peran dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang,” ujarnya.(Yuristio)