EXPRESI.co, KUTIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memacu peningkatan standar hunian layak bagi masyarakat.

‎Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), pada 2026 ini Pemkab Kutim menargetkan pembangunan 1.024 unit septik tank individual dengan dukungan anggaran sebesar Rp4 miliar.

‎Program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi langkah konkret memastikan kesehatan warga dimulai dari sanitasi rumah tangga yang terstandarisasi secara nasional.

‎Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkim Kutim, Muhammad Noor, menjelaskan bahwa spesifikasi teknis septik tank yang digunakan telah melalui uji laboratorium dan mengantongi rekomendasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sehingga mutu dan keamanannya terjamin.

‎Dalam pelaksanaannya, Dinas Perkim berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui skema “Jamban Sehat”. Kedua instansi berbagi peran agar program berjalan optimal dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

‎“Kami berbagi peran. Dinas Kesehatan menyiapkan bilik dan jambannya, sementara kami di Perkim fokus pada penyediaan septik tank-nya. Ini adalah sinergi untuk memastikan sanitasi warga benar-benar tuntas dan sehat,” ujar Muhammad Noor, Jumat 27 Februari 2026.

‎Ia menambahkan, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program hibah pemerintah pusat yang telah berjalan sejak 2017. Meski sempat mengalami perlambatan akibat pengalihan anggaran selama pandemi Covid-19 pada 2020–2022, Pemkab Kutim kini kembali mengoptimalkan program tersebut melalui pembiayaan APBD murni.

‎Menurutnya, sanitasi yang aman merupakan investasi jangka panjang untuk menekan risiko penyakit berbasis lingkungan, seperti diare dan infeksi saluran pencernaan lainnya.

‎“Program ini juga menjadi salah satu agenda prioritas Bupati Kutai Timur dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di level domestik,” tegasnya.

‎Melalui penataan sanitasi yang terstandarisasi, Pemkab Kutim berharap hunian warga tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga fondasi bagi lahirnya generasi yang lebih sehat serta masa depan daerah yang lebih berkualitas.(Yuristio)