EXPRESI,co BONTANG – Selain memaparkan urusan pemerintahan wajib, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, juga menyampaikan capaian urusan pemerintahan pilihan dalam rapat paripurna DPRD Bontang terkait LKPJ Tahun Anggaran 2025, Senin (30/4/2026).

Dalam laporannya, Neni menjelaskan bahwa terdapat lima sektor urusan pilihan yang menjadi fokus pemerintah daerah, di antaranya kelautan dan perikanan, pertanian, pariwisata, perdagangan, serta perindustrian.

“Pelaksanaan urusan pemerintahan pilihan ini dijalankan melalui 21 program dan 33 kegiatan dengan pagu anggaran sebesar Rp46,599 miliar,” ujar Neni.

Dari total anggaran, realisasi mencapai Rp41,645 miliar atau sebesar 92,63 persen. Sementara rata-rata capaian kinerja program mencapai 97,61 persen.

Kata Neni, berbagai program strategis telah dilaksanakan guna meningkatkan daya saing ekonomi lokal di Kota Bontang.

Di sektor kelautan dan perikanan, pemerintah meningkatkan kapasitas pelaku usaha dengan menjangkau 62 pembudidaya ikan, 210 pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, serta 126 nelayan tangkap.

Selain itu, Pemkot juga memberikan bantuan kepada kelompok nelayan, petani, dan peternak.

Program ini telah menjangkau 15 kelompok tani dan 7 kelompok peternak melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan, serta keberlanjutan usaha.

Di sektor pariwisata, pengembangan wisata bahari terus dilakukan, di antaranya melalui pembangunan dermaga dan fasilitas umum di kawasan Bontang Kuala serta pembangunan gazebo di Beras Basah.

Sementara itu, untuk mendorong sektor UMKM dan industri lokal, pemerintah menggelar berbagai event UMKM serta mengembangkan produk khas daerah.

Salah satunya melalui pelatihan kerajinan tas berbahan kain perca bagi pelaku usaha, juga pelatihan kerajinan ecoprint dan pengolahan limbah industri menjadi produk olahan.

“Program-program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” jelasnya.

Neni menegaskan, capaian ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam mengoptimalkan potensi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Sal/adv)