EXPRESI,co BONTANG – Selain Beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa Kota Bontang, pemerintah juga memiliki program pembinaan kesehatan mental (mental health).

Program ini menjadi salah satu yang dilaksanakan dalam 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2025–2029.

Kata Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, program Mental Health Bontang telah menjangkau empat perguruan tinggi di Kota Bontang hingga akhir tahun 2025.

“Program mental health ini sesuai dengan misi yang ada di 150 di program di dokumen RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” terangnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dengan mahasiswa dalam menyelaraskan visi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kota Bontang.

Di samping itu, mahasiswa Bontang juga menerima manfaaat beasiswa uang kuliah tunggal yang menggunakan dana APBD.

Neni menerangkan, ada 1.269 mahasiswa Bontang mendapatkan uang kuliah tunggal di tahun 2025.

Kedua program ini tertuang sebagai unsur pendukung dan penunjang urusan pemerintahan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota yang disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Bontang, Senin 30 Maret 2025.

Selain Mental Health dan Beasiswa UKT, kegiatan penting dari unsur pendukung dan penunjang yang lain, ialah kenaikan insentif bagi 2.174 penggiat agama sebagai bentuk dukungan terhadap peran sosial dan keagamaan di masyarakat.

Selain itu, ada layanan dasar masyarakat seperti program jaringan gas kota yang terus diperluas.

Hingga 2025, program ini telah mencakup 14 kelurahan dengan tambahan 10.553 sambungan rumah jaringan gas.

Namun pada Rabu 1 April 2026, pemerintah kembali menemui Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk mengusulkan jargas di 1 kelurahan Bontang yang sama sekali belum tersentuh, Kelurahan Bontang Lestari. (Sal/adv)