EXPRESI.co, KUTIM – Pelarian empat tahanan yang kabur dari ruang tahanan Polsek Sangkulirang dipastikan berakhir. Seluruh tahanan tersebut telah kembali diamankan aparat kepolisian setelah dilakukan pengejaran intensif di sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Penangkapan dilakukan secara bertahap sejak Jumat (9/1). Dua tahanan, Ahmad Kadafi alias Gesa, tersangka pencurian dengan pemberatan, serta Rudy, tersangka kasus pencabulan, diamankan sekitar pukul 13.40 Wita.
Masih di hari yang sama, sekitar pukul 20.10 Wita, petugas kembali menangkap Alhafsi alias Hafsi, tersangka kasus narkotika. Ia diringkus di kawasan perkebunan Jalan Poros 3 Blok 23 PT SKP Afdeling Fanta, setelah sebelumnya terdeteksi berada di wilayah tersebut.
Satu tahanan lainnya, Andi A, tersangka pencurian dengan pemberatan, berhasil ditangkap kembali pada Minggu (11/1) siang. Penangkapan ini sekaligus menutup rangkaian pengejaran aparat terhadap seluruh tahanan yang sempat melarikan diri.
Ps Kasubsi Penmas Si Humas Polres Kutim, Aiptu Wahyu Winarko, membenarkan keberhasilan penangkapan tersebut. Ia menyebut kerja sama lintas satuan serta dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam proses pengejaran.
”Benar, berkat kerja keras tim gabungan dari Polres Kutim, Polsek Sangkulirang, dan Polsek Kaliorang, serta yang tak kalah penting adalah bantuan aktif dari masyarakat, keempat tahanan yang kabur sudah berhasil kami tangkap kembali,” ujar Aiptu Wahyu saat dikonfirmasi Minggu 11 Januari 2026.
Ia menambahkan, pengejaran dilakukan segera setelah laporan pelarian diterima. Aparat menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian para tahanan, termasuk kawasan perkebunan hingga wilayah pesisir.
”Kami sangat mengapresiasi peran serta masyarakat yang sigap memberikan informasi. Ini menunjukkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Saat ini seluruh tahanan sudah diamankan dan situasi kembali kondusif,” tambahnya.
Diketahui, empat tahanan Polsek Sangkulirang melarikan diri dari ruang tahanan pada Kamis (8/1) sekitar pukul 04.30 Wita. Peristiwa tersebut langsung direspons dengan pembentukan tim gabungan dan pelaksanaan pengejaran intensif.
Pihak kepolisian memastikan seluruh tahanan kini berada dalam pengamanan aparat. Proses hukum terhadap para tersangka tetap berjalan, sementara evaluasi internal dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan