EXPRESI.co, BALIKPAPAN – Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Kalimantan Timur menggelar rapat lanjutan dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Hotel Jatra Balikpapan, Kamis (19/6). Rapat dipimpin langsung Ketua Pansus, Sarifatul Sya’diah, dan dihadiri perwakilan dari Bapenda, BPKAD, serta Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Forum ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi kesiapan data dan arah pembangunan lima tahun ke depan. Dalam keterangannya, Sarifatul menyatakan diskusi berjalan dinamis dan produktif.

“Diskusi sangat produktif. Banyak masukan yang saling melengkapi untuk menyempurnakan RPJMD kita,” ujarnya kepada awak media.

Meski demikian, Pansus juga menyoroti lemahnya fondasi data pembangunan daerah. Belum adanya grand desain dan belum optimalnya integrasi data lintas sektor menjadi tantangan utama dalam menetapkan arah kebijakan yang presisi.

“Kita sepakat bahwa data yang valid dan terukur sangat penting. Tanpa itu, target pembangunan 2030 sulit tercapai,” tegas Sarifatul.

Sebagai langkah lanjutan, Pansus akan menjadwalkan rapat koordinatif bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, dan Dinas Pertanian. Pertemuan ini ditujukan untuk menyelaraskan program sektoral, khususnya yang berkaitan dengan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan gratis.

“Masukan dari OPD akan dikompilasi dan diselaraskan bersama Balitbang. Dokumen ini akan menjadi acuan strategis dalam penyusunan RKPD tahunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sarifatul menekankan bahwa proses perencanaan tidak bisa bersifat sentralistis. Menurutnya, perbedaan kondisi antarwilayah harus dicerminkan dalam rumusan RPJMD agar program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Setiap dapil punya masalah yang berbeda. Kolaborasi antara DPRD dan Pemprov sangat penting untuk menyusun RPJMD yang inklusif dan menyeluruh,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim/IA)