EXPRESI.co, BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memaparkan target pembangunan Kota Bontang tahun 2027 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bontang tahun 2027, Selasa 7 April 2026.

Dalam pemaparannya, Neni mengatakan di tahun depan pemerintah akan fokus pada pertumbuhan ekonomi di kisaran 3,25–4,63 persen, penurunan angka kemiskinan hingga 2,88 persen, serta pengangguran terbuka yang ditargetkan turun menjadi 5,25 persen.

Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis yang melibatkan partisipasi masyarakat dari tingkat RT hingga kota, guna menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional.

“Musrenbang adalah sarana penyusunan perencanaan pembangunan secara partisipatif, yang melibatkan masyarakat dari tingkat RT hingga kota,” ujarnya.

Selain menyampaikan target, pemerintah juga memaparkan capaian kinerja tahun sebelumnya.

Ia mengatakan sejak akhir 2025 daerah mengalami kondisi tekanan fiskal yang cukup menantang, namun dirinya mengaku pemerintah masih mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Kota Bontang ke angka 3,21%.

“Jadi alhamdulillah walaupun kita mengalami tekanan fiskal tetapi laju pertumbuhan ekonomi Kota Bontang 2025 yaitu naik atau positif yang sebelumnya kontraksi jenis 2,5 21% di tahun 2025, alhamdulillah mendapatkan angka 3,21%,” terang Neni.

Katanya, ini mencerminkan daya tahan ekonomi daerah yang semakin menguat di tengah berbagai tekanan ekonomi global dan kebijakan krisis nasional.

Selain itu, angka kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan dari 3,74 persen pada 2024 menjadi 3,21 persen pada 2025. Sementara tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,06 persen pada 2024 menjadi 6,36 persen pada 2025.

Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 82,49 pada 2024 menjadi 83,04 pada 2025, dengan target mencapai hingga 83,87 pada 2027.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi sektor non-migas tercatat 9,4 persen pada 2024 dan berada di angka 6,33 persen pada 2025, dengan target kembali meningkat menjadi 6,5 persen pada 2027.

Neni menegaskan, pencapaian target tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar pembangunan berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Dengan perencanaan yang matang dan partisipatif, kita optimistis pembangunan Bontang ke depan akan semakin baik,” tutupnya. (Sal/adv)