EXPRESI.co, MAKASSAR – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan sektor hulu menjadi salah satu kunci transformasi pertanian nasional. Langkah strategis yang disiapkan pemerintah adalah pembangunan tujuh pabrik pupuk baru untuk menjaga ketahanan pasokan dalam jangka panjang.
Amran mengatakan bahwa perubahan sistem pertanian harus dimulai dari pembenahan fondasi produksi.
Menurut dia, pupuk merupakan variabel krusial dalam menjaga produktivitas dan stabilitas pangan nasional. Karena itu, selain melakukan deregulasi 145 aturan pupuk bersubsidi dan memangkas rantai distribusi, pemerintah juga menyiapkan ekspansi kapasitas produksi.
“Sistemnya kita sederhanakan, distribusinya kita pangkas. Sekarang kita perkuat produksinya agar pasokan jangka panjang aman,” ujar Amran dalam sebuah forum di Kota Makassar, beberapa waktu lalu.
Ia mengklaim reformasi tata kelola pupuk telah menurunkan biaya pupuk bersubsidi hingga 20 persen serta menambah volume 700 ribu ton tanpa tambahan anggaran.
Rantai distribusi yang sebelumnya panjang kini disederhanakan, hanya melibatkan Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, serta gapoktan atau pengecer sebagai ujung distribusi.
Rencana pembangunan tujuh pabrik pupuk baru, kata dia, merupakan bagian dari strategi memperkuat kemandirian nasional di tengah ketidakpastian rantai pasok global. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.
Amran menegaskan, kepemimpinan di sektor pertanian tidak boleh terjebak pada rutinitas administratif. Reformasi regulasi, subsidi, hingga tata niaga harus berorientasi pada dampak nyata di lapangan.
“Kalau kita hanya melakukan hal yang sama dan berharap hasil berbeda, itu tidak masuk akal. Kita harus berani ubah sistem,” katanya.
Kata Amran, penguatan industri pupuk di hulu merupakan prasyarat sebelum mendorong hilirisasi komoditas bernilai tambah tinggi. Menurutnya, dengan fondasi produksi yang kokoh, ia optimistis Indonesia dapat menjaga kedaulatan pangan sekaligus memperbesar kontribusi pertanian terhadap perekonomian nasional. (Fn)

Tinggalkan Balasan