Expresi, Bontang – Di era digital, media sosial telah menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi, termasuk bagi layanan publik.

Namun, akun resmi tak jarang luput dari perhatian karena tampilan yang kaku dan minim interaksi.

Situasi inilah yang sempat dialami oleh akun Instagram Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bontang, yang kini berhasil diubah drastis berkat inisiatif seorang Pranata Humas.

Adalah Aisyah Kadir, Pranata Humas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, yang melihat potensi besar di balik gawai.

Sebelumnya, akun Instagram MPP—yang berpusat di Gedung Pasar Tamrin—seperti mati suri.

Unggahan hanya muncul sebulan sekali, kontennya pun sekadar repost dari akun DPMPTSP tanpa memiliki identitas visual yang khas. Bahkan, pengikutnya hanya berjumlah satu orang.

Melihat kondisi tersebut, Aisyah memutuskan untuk melakukan pembenahan total sebagai inovasi kerjanya.

“Dulu Instagram MPP belum punya template sendiri. Jadi saya buatkan desain yang seragam supaya terlihat rapi dan punya ciri khas. Saya juga susun kalender konten agar jadwal unggahan lebih teratur,” ungkap Aisyah.

Tidak hanya sebatas merapikan tampilan, Aisyah juga mengubah strategi konten dengan mengikuti arus tren media sosial.

Konten video singkat, atau reels, mulai diproduksi. Selain menginformasikan layanan publik, ia juga menyajikan konten-konten ringan yang relevan dengan kegiatan di MPP Pasar Tamrin. “Tujuannya supaya masyarakat tahu bahwa MPP itu aktif dan dekat dengan publik,” jelasnya.

Inovasi yang baru dijalankan sejak awal Oktober 2025 ini menunjukkan hasil yang signifikan dalam kurun waktu singkat.

Akun Instagram MPP yang sebelumnya hanya memiliki satu pengikut, kini mulai berkembang dan mencatat interaksi yang lebih tinggi dari warga Bontang.

Melalui media sosial yang aktif ini, Aisyah berharap tujuannya tercapai: masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan informasi layanan tanpa harus datang langsung ke lokasi.

“Tujuannya sederhana, biar MPP makin dikenal dan masyarakat lebih mudah tahu apa saja layanan yang tersedia,” tutup Aisyah Kadir, membuktikan sentuhan kreatif dalam komunikasi digital dapat menghidupkan kembali wajah layanan publik di Kota Bontang. (Adv)