EXPRESI.co, KUTIM – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki tahap akhir persiapan.

‎Pemerintah Kabupaten Kutim kini tinggal menunggu rekomendasi teknis dari pemerintah pusat sebelum pembangunan fisik dimulai di kawasan Jalan Simono.

‎Program yang digagas bersama Kementerian Sosial RI tersebut diproyeksikan menjadi fasilitas pendidikan terpadu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu. Selain layanan pendidikan formal, sekolah itu juga akan dilengkapi asrama dan fasilitas pengasuhan.

‎Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, belum lama ini mengatakan seluruh proses administrasi hingga penentuan lokasi pembangunan telah diselesaikan pemerintah daerah melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

‎“Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat. Pemkab Kutim merespons dengan membentuk tim lintas OPD agar seluruh kebutuhan pembangunan bisa dipersiapkan lebih cepat,” ujar Ernata saat ditemui di ruang kerjanya.

‎Menurut Ernata, tim tersebut melibatkan sejumlah OPD, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perkim, Badan Pertanahan, BPKAD, hingga Dinas Sosial sebagai leading sector program.

‎Ia menjelaskan, tahapan awal difokuskan pada kesiapan lahan yang memenuhi syarat teknis dan administrasi. Pemerintah daerah sempat mengkaji dua lokasi sebelum akhirnya menetapkan kawasan Jalan Simono sebagai lokasi pembangunan.

‎“Awalnya ada dua alternatif lokasi yang dibahas, yakni di kawasan Jalan Guru Besar dan Jalan Simono. Setelah dilakukan kajian bersama, lokasi di Jalan Simono dinilai lebih memungkinkan untuk pengembangan jangka panjang,” katanya.

‎Setelah penetapan lokasi, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) wilayah Kalimantan Timur melakukan peninjauan lapangan guna melihat kesiapan lahan sekaligus menyusun kajian teknis pembangunan.

‎Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah pusat dalam menentukan kelanjutan pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kutim.

‎“Sampai sekarang proses administrasi sudah selesai, termasuk penyampaian usulan ke kementerian. Lokasinya juga sudah ditinjau langsung oleh tim PUPR, sehingga kami tinggal menunggu rekomendasi teknisnya,” terang Ernata.

‎Pemkab Kutim berharap proses evaluasi dari pemerintah pusat segera rampung agar pembangunan sekolah dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

‎Sekolah Rakyat ini dirancang dengan konsep pendidikan berasrama yang tidak hanya menyediakan layanan belajar, tetapi juga pengasuhan, kebutuhan konsumsi, hingga pembinaan karakter bagi peserta didik.

‎Keberadaan sekolah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok rentan yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi maupun dukungan keluarga.

‎Jika seluruh tahapan teknis disetujui pemerintah pusat, pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Jalan Simono ditargetkan segera dimulai.(Yuristio)