EXPRESI.co, SAMARINDA – Untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi saat event besar berlangsung di kawasan Gelora Kadrie Oening, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur merancang penambahan akses jalan menuju kawasan tersebut. Langkah ini dinilai krusial demi kelancaran mobilitas masyarakat dan tamu kegiatan.
Kepala UPTD Pengelola Prasarana Olahraga Dispora Kaltim, Junaedi, menyebut bahwa saat ini kawasan hanya dapat diakses melalui dua jalur utama, yakni Jalan K.H. Wahid Hasyim dan Jalan P.M. Noor. Ketika acara berskala besar digelar, seperti MTQ Nasional ke-30 beberapa waktu lalu, kemacetan kerap tak terhindarkan.
“Kalau di sini ada kegiatan, kita kan cuma ada dua akses saja. Banyak menimbulkan kemacetan. Sehingga rencana ke depan adalah menambah jalur lagi ke Jalan Perjuangan,” ungkap Junaedi.
Ia menjelaskan bahwa jalur tambahan ini dirancang tidak hanya untuk memperlancar arus lalu lintas umum, tetapi juga sebagai jalur khusus bagi tamu penting seperti pejabat tinggi atau delegasi luar daerah, agar mereka tidak terjebak dalam kemacetan.
“Jadi, ada jalur yang tidak boleh dilalui oleh kendaraan lain,” jelasnya.
Rencana ini juga mencakup penataan sistem keluar-masuk kendaraan dari kawasan Gelora Kadrie Oening. Menurut Junaedi, desain akses harus disusun secara matang agar tidak menimbulkan keruwetan baru dan bisa menjawab kebutuhan fungsional, estetika, serta aspek keamanan.
“Dan yang paling penting, bermanfaat bagi masyarakat. Baik masyarakat olahraga dan masyarakat sekitar Gelora Kadrie Oening,” tegasnya.
Kawasan Gelora Kadrie Oening memang telah menjadi pusat aktivitas olahraga dan acara besar di Samarinda. Selain digunakan oleh komunitas olahraga, area ini juga kerap dipilih untuk event nasional, menjadikannya lokasi vital yang membutuhkan sistem transportasi dan akses yang tertata.
Rencana penambahan akses ini mendapat perhatian publik, seiring kebutuhan Samarinda akan solusi jangka panjang terhadap kemacetan. Pemkot Samarinda sebelumnya juga menyampaikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, termasuk jalan alternatif dan pengembangan fasilitas parkir di sekitar kawasan Gelora.
(aw/adv/dispora/kaltim)

Tinggalkan Balasan