Expresi.co  – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi menjadi perhatian serius dalam rapat kerja antara Komisi C DPRD Bontang bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), (11/5/2026). Salah satu yang dikemukakan adalah kebutuhan operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang.

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, meminta agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun biaya operasional mengalami peningkatan akibat naiknya harga BBM. Dalam rapat tersebut, Disdamkartan menjelaskan bahwa armada operasional mereka menggunakan jenis BBM non subsidi, yakni dexlite. Namun sejak 4 Mei 2026, harga BBM tersebut mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp26 ribu per liter.

Kondisi itu berdampak langsung terhadap kebutuhan operasional harian, khususnya untuk mendukung mobilitas armada pemadaman dan penyelamatan di lapangan. Meski begitu, Disdamkartan menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Semoga hal ini menjadi perhatian untuk alokasi anggaran ke depan,” ujar Kepala DIsdamkartan, Amiluddin dalam rapat tersebut.

Bonnie turut memberikan apresiasi terhadap kinerja Disdamkartan yang selama ini dinilai sigap membantu masyarakat dalam berbagai kondisi darurat. Menurutnya, tugas instansi tersebut tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan lainnya yang sangat dibutuhkan warga.

Ia mencontohkan sejumlah penanganan yang sering dilakukan petugas, mulai dari mengeluarkan hewan pembohong yang masuk ke organisasi hingga bantuan darurat lainnya. “Peran Disdamkartan sangat membantu masyarakat. Jangan sampai kenaikan BBM mempengaruhi pelayanan mereka,” katanya.

Politikus PKB itu juga mendorong agar kebutuhan BBM tetap menjadi prioritas dalam penganggaran. Jika diperlukan, katanya, anggaran dapat dialihkan dari pos kegiatan lain demi memastikan armada operasional tetap berjalan. “Kalau memang ada kekurangan, bisa diambil dari pos kegiatan lain. Yang penting pelayanan untuk masyarakat tetap berjalan,” tutupnya. (Adv)