EXPRESI.co, SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus menjadi fondasi utama dalam proses pembangunan daerah yang adil dan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Choiri Fauzi, dalam kunjungan kerja di Samarinda, Sabtu (10/5) lalu.
“Memandang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai fondasi utama adalah langkah penting menuju masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas.
Hamas menegaskan bahwa perhatian terhadap kelompok rentan merupakan indikator utama kemajuan dan keadilan sosial dalam suatu daerah. Karena itu, DPRD Kaltim berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan terhadap sektor tersebut melalui kebijakan anggaran, regulasi, dan fungsi pengawasan.
“Kita tidak bisa bicara soal kemajuan daerah tanpa memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan terlindungi,” imbuhnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Menteri PPPA RI ke Kaltim sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap isu strategis yang menyangkut masa depan bangsa.
“Ini membuktikan bahwa pemerintah pusat memberikan atensi langsung terhadap daerah. Kami akan menindaklanjuti ini dengan program konkret,” tegas Hamas.
DPRD Kaltim, lanjutnya, akan terus memperjuangkan kebijakan yang responsif gender dan ramah anak dalam setiap lini pembangunan daerah. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan