EXPRESI.co, BONTANG – Pusat Layanan Autis atau PLA Bontang telah berdiri sejak 2016. Namun, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui ragam program pelayanan yang disediakan lembaga ini.
Gedung Autis Center atau PLA Bontang yang diresmikan pada masa Wali Kota Adi Darma itu memiliki 10 layanan terapi untuk anak berkebutuhan khusus (ABK).
Layanan PLA Bontang tersebut meliputi Snoezen, terapi perilaku, terapi okupasi, fisioterapi, terapi sensori integrasi, terapi bina diri, terapi bermain, terapi transisi, terapi wicara, dan hidroterapi.
Koordinator Bidang Terapi PLA, Panji Prasetyono, menjelaskan bahwa seluruh pelayanan diberikan gratis untuk masyarakat Bontang dengan syarat pasien berusia 3 hingga 17 tahun.
“Pendaftaran dibuka setiap hari. Orang tua cukup mengambil formulir, melengkapi berkas, lalu menunggu panggilan. Setelah mendaftar, anak tidak bisa langsung mengikuti terapi karena ada proses seleksi dan penjadwalan,” terangnya, Jumat (19/9/2025).
Panji menambahkan, keterbatasan tenaga membuat PLA hanya bisa menerima pasien dalam jumlah terbatas. Jika kuota penuh, peserta baru akan dipanggil pada program awal tahun berikutnya. Setiap layanan berlangsung dalam kurun satu tahun.
Autisme atau autism spectrum disorder (ASD) merupakan gangguan fungsi otak dan saraf yang memengaruhi perilaku, komunikasi, hingga kemampuan belajar seseorang. Karena itu, PLA berupaya menyediakan terapi untuk membantu anak autis beradaptasi dengan perilaku normal sebelum masuk ke pembelajaran akademik.
“Jika anak sudah bisa duduk tenang dan berkomunikasi dengan baik, mereka akan masuk kelas akademik. Namun bila masih ada perilaku yang tidak wajar, tetap diarahkan di kelas keterapian,” jelas Panji. (LB)

Tinggalkan Balasan