EXPRESI.co, KUTIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mematangkan persiapan operasional bus sekolah yang ditargetkan beroperasi pada tahun ini.

‎Program tersebut akan diawali secara terbatas dengan memfokuskan layanan di jalur Jalan Soekarno-Hatta, seiring keterbatasan armada yang tersedia.

‎Kepala Dinas Perhubungan Kutim melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Abdul Muis, mengatakan pengadaan bus sekolah baru dilakukan pada akhir tahun lalu. Kondisi tersebut membuat Dishub masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan penting sebelum layanan benar-benar dijalankan.

‎“Target kita beroperasi tahun ini. Karena pengadaannya baru di akhir tahun kemarin, jadi memang masih ada tahapan-tahapan yang harus kita siapkan,” ujarnya, Rabu 14 Januari 2026.

‎Salah satu tahapan utama yang saat ini menjadi fokus Dishub adalah kesiapan sumber daya manusia, khususnya pengemudi. Menurut Abdul Muis, pelatihan sopir menjadi aspek krusial demi menjamin keselamatan pelajar sebagai pengguna layanan.

‎”Dalam waktu dekat ini kita akan training dulu driver-nya, minimal driver-nya harus siap dulu,” katanya.

‎Selain pelatihan pengemudi, Dishub juga tengah mematangkan aspek teknis operasional lainnya, mulai dari penentuan rute hingga skema layanan bus sekolah. Dalam proses tersebut, Dishub telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan Kutai Timur.

‎“Kami sudah beberapa kali rapat dengan Dinas Pendidikan, karena yang menggunakan nanti itu murid-murid, baik dari SD, SMP, maupun SMA,” jelasnya.

‎Koordinasi lanjutan, kata dia, masih diperlukan untuk membahas teknis secara lebih detail, termasuk titik penjemputan serta waktu operasional yang disesuaikan dengan jam masuk dan pulang sekolah.

‎“Nanti terkait masalah teknis, kami akan koordinasi lagi dengan Dinas Pendidikan,” ucapnya.


‎Untuk tahap awal, Dishub menetapkan Jalan Soekarno-Hatta sebagai jalur prioritas. Penetapan tersebut dilakukan karena hingga saat ini armada bus sekolah yang dimiliki masih terbatas, yakni satu unit.

‎“Karena masih satu unit saja, jadi kita fokus dulu di jalur Soekarno-Hatta,” katanya.

‎Dishub juga masih mengkaji sekolah-sekolah yang berada di sepanjang jalur tersebut untuk menentukan prioritas layanan, baik jenjang SMA maupun jenjang pendidikan lainnya.

‎Program bus sekolah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pelajar terhadap kendaraan pribadi sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas di kawasan perkotaan Sangatta. (Yuristio)