EXPRESI.co BONTANG — Badai angin diiringi hujan deras menerjang kapal nelayan di Bontang. Tali kapal pada Bagang di perairan Tanjung Limau putus imbas kekuatan angin kencang. Akibatnya, seorang ABK bernama Wardi (25) ikut hanyut bersama kapal tersebut.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 WITA pada Rabu, 7 Januari 2026. Pemilik Kapal sekaligus Bagang, H. Aba menjelaskan, saat badai tiba kondisi mesin kapal tidak berfungsi normal.

“Biasanya kami kalau ada badai bisa dihadapi dan kembali ke Bagang kalau mesinnya menyala,” ungkapnya saat ditemui Expresi di Dermaga Tanjung Limau, Kamis, 8 Desember 2026.

H Aba mengatakan, korban merupakan perantauan asal Manggar, Kota Balikpapan. Korban baru pertama kali berlayar di perairan Bontang.

Ia menjelaskan kru kapalnya telah semalaman mencari korban. Sampai pagi, kru H. Aba belum juga menemukan tanda apapun.

“Pagi tadi dilaporkan, barusan BPBD turun dan sudah menemukan jeriken kapal, jadi kemungkinannya tenggelam,” ujarnya.

H. Aba menegaskan bakal terus mencari korban sampai malam nanti. Harapannya bisa menemukan korban di sekitar Dirgen yang ditemukan BPBD Bontang

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail membenarkan.

“Kami pulang ke Mako. Tapi setelah kami kasih lihat jeriken yang ditemukan di laut, pemilik kapal dan rekannya rencana melakukan pencarian lagi,” tandasnya. (Labib)