EXPRESI.co, BONTANG – Pembangunan Kantor Kelurahan Berbas Pantai kembali menjadi sorotan dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Bontang, Selasa 7 April 2026.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, pemerintah memastikan proyek tersebut baru dapat direalisasikan pada 2027.

Keluhan disampaikan delegasi masyarakat Kecamatan Bontang Selatan yang menilai absennya kantor kelurahan definitif berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Hingga kini, aktivitas pemerintahan masih berlangsung di bangunan sewa.

“Berbas Pantai tidak punya kantor kelurahan. Ini lucu sekali Pak. Ini masalah pelayanan publik dan seperti itu adanya,” ujar salah satu perwakilan warga dalam forum tersebut.

Warga juga mempertanyakan komitmen pemerintah, mengingat dokumen perencanaan teknis (DED) telah tersedia sejak tahun lalu.

“Ini penting sekali, apanya lagi DED-nya sudah ada, terus alasan apa lagi?” lanjutnya.

Diketahui, anggaran penyusunan DED pembangunan kantor tersebut telah dialokasikan sebesar Rp674 juta pada 2025.

Namun, akibat tekanan fiskal dan kebijakan efisiensi, realisasi fisik proyek belum dapat dilaksanakan tahun ini. Pemerintah pun masih harus menganggarkan biaya sewa kantor sebesar Rp80 juta per tahun untuk operasional kelurahan.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengakui adanya penyesuaian besar dalam belanja daerah akibat menurunnya ruang fiskal. Sejumlah program, termasuk yang bersifat prioritas, terpaksa ditunda.

“Apa yang disampaikan delegasi, sudah saya catat semua, untuk Berbas Pantai insyaallah masuk ya di dalam 2027,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah harus berhati-hati dalam menjalankan pembangunan agar tidak menimbulkan beban keuangan di masa mendatang.

“Karena memang ruang fiskal kita turun, maka kita mengorbankan beberapa program yang sebetulnya juga itu prioritas, tetapi ada yang lebih prioritas,” tegasnya.

Dalam dokumen RKPD 2027, pembangunan Kantor Kelurahan Berbas Pantai masuk dalam daftar prioritas kewilayahan, bersama sejumlah proyek strategis lainnya seperti pembangunan jalan lingkar pesisir, dermaga wisata, hingga fasilitas pengolahan sampah TPS 3R. (Sal/adv)