EXPRESI.co, BONTANG – Mengantisipasi penyebaran rabies, Pemerintah Kota Bontang, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan.
Jois Ratna Andi Lolo, Kepala Bidang Peternakan DKP3 Bontang, mengatakan langkah ini diambil meskipun hingga saat ini belum ada kasus rabies yang terdeteksi pada manusia di Bontang. Namun perlu ada tindakan antisipasi, sebab jumlah gigitan dari hewan seperti anjing dan kucing terus bertambah.
Vaksinasi ini dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga secara langsung. “Kami belum menemukan kasus rabies di Bontang, tetapi dengan banyaknya gigitan dari kucing dan anjing, kami merasa perlu untuk mengantisipasi potensi rabies yang berbahaya bagi manusia,” ujarnya.
Kepala Puskeswan Bontang, Drh Riyono, menambahkan, saat ini hanya ada status tertular rabies pada hewan, belum ada kasus ditemukan tertular ke manusia.
Namun, tetap diperlukan sebagai langka antisipatif. Apalagi kata dia, hampir setiap kelurahan memiliki kerawanan kasus gigitan hewan penular rabies.
“Kami sudah melakukan vaksinasi di beberapa wilayah, seperti Kanaan, Telihan, Belimbing, dan Berbas Tengah, karena hampir semua kelurahan rawan kasus gigitan hewan penular rabies,” jelasnya.
Dia katakan, Provinsi Kalimantan Timur masuk daerah yang rawan penyakit rabies, maka itu dia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan melaporkan jika ada indikasi pada hewan peliharaan.
“Kami anjurkan warga untuk memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi, Kaltim ini kan masuk wilayah rawan,” tambahnya.
Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kaltim tercatat sebanyak 328 pada Januari 2024.GHPR ini terjadi di delapan kabupaten lainnya.
Kasus GHPR tertinggi terjadi di Balikpapan dengan 93 kasus, Samarinda 68 kasus dan Kutai Timur 47 kasus. Kemudian Kutai Barat ada 39 kasus, Kutai Kartanegara 23 kasus, Bontang 17 kasus, Paser 13 kasus, Penajam Paser Utara 10 kasus, Berau 10 kasus, dan Mahakam Ulu sebanyak delapan kasus. (YUB)

Tinggalkan Balasan