EXPRESI.co, BONTANG – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Kaharuddin Jafar menyampaikan pentingnya wawasan kebangsaan dalam menjaga persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di hadapan rokoh masyarakat,Karang Taruna dan para Ketua RT di Kota Bontang, Kaharuddin Jafat mensosialisasikan wawasan kebangsaan dan memaparkan pentingnya menjaga kesatuan untuk kebutuhan Negarak Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mantan Ketua DPRD Kota Bontang itu mengatakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan sangat penting terus di lakukan, apalagi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Dia bilang, sosialisasi itu penting untuk terus dilakukan dalam menyegarkan kembali pemahaman masyarakat yerkait persatuan dalam konteks yang lebih luas.

“Sosialisasi ini terus akan dilakukan untuk menyegarkan terus ingatan kita tentang pentingnya memahami persatuan dalam konteks yang lebih luas,” kata Politisi Golkar itu dalam Kegiatan bertajuk Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Ke -11 di Hotel Sintuk Bontang, Minggu (17/12/2023) pagi.

Diketahui, pada sosialisasi wawasan kebangsaan ke-11 ini dihadiri puluhan undangan dan materi disampaikan 2 orang narasumber. Narasumber pertama Kepala Kesbangpol Bontang, Sigit Alfian dan Ketua Pusat Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB), Muhammad Febri KJ.

Dihadapan peserta yang dominan dihadiri tokoh masyarakat, karang taruna dan Ketua RT, Kaharudin Jafar yang kerap disapa KJ mengungkapkan bahwa tema ini penting untuk diangkat, terlebih menjelang pemilihan umum 2024 mendatang.

Dia berharap sosialisasi ini menjadi momentum memberi edukasi agar masyarakat terus menjaga eratnya persatuan dan kesatuan dalam perbedaan.

“Mengingat pentingnya menjaga NKRI dengan setiap kita mesti memahami perbedaan sebagai sebuah kodrat. Karena kita tidak pernah minta untuk dilahirkan dimana, jadi hendaklah perbedaan itu jadi persatuan karena berbeda itu indah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Kesbangpol Kota Bontang, Sigit Alfian yang menjadi narasumber di kegiatan tersebut. Dia mengungkap pentingnya menjaga kondusifitas pada jelang dan pasca Pemilu 2024.

Sigit yang membawakan materi tentang peran wawasan kebangsaan dalam pemilu menjelaskan pentingnya menolak politik uang.

“Jelang pemilu hendaknya hindari dan tolak yang mau kasih uang. Pilih berdasarkan hari nurani ya. Pesan ustad yusuf juga begitu kalau yang bagi dan terima uang itu nda berdosa tapi masuk neraka,”ungkapnya.

Sementara itu, Narasumber Febri menjelaskan pentingnya membangun kesadaran berpolitik. Setiap warga negara diharap tidak abai dengan kondisi politik, agar dapat berpartisipasi dalam mengawal kebijakan para pemangku kepentingan.

“Kalau bukan kita yang berpotensi mengawal figur yang kita harapkan lalu siapa lagi. Kita berperan penting dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa kita,” sebutnya. (Adv)