EXPRESI.co, KUTIM — Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadirkan layanan listrik bagi masyarakat Kecamatan Batu Ampar mulai memasuki tahap nyata di lapangan.
Sejumlah tiang jaringan listrik kini telah berdiri di beberapa desa, menjadi penanda awal realisasi pembangunan infrastruktur kelistrikan yang selama ini dinantikan warga.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kutim dalam mendorong pemerataan pembangunan dasar, khususnya di wilayah pedalaman yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses listrik.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan, kehadiran jaringan listrik di Batu Ampar bukan sekadar soal penerangan, melainkan fondasi penting bagi peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Sekarang sudah mulai terlihat progresnya. Beberapa desa sudah berdiri tiang listrik, ini menandakan program kelistrikan mulai bergerak di lapangan,” ujar Ardiansyah, Rabu 31 Desember 2025.
Ia mengungkapkan, pembangunan tiang jaringan listrik saat ini telah dilakukan di Desa Mawai Indah, Benoharapan, Himba Lestari, dan Mugi Rahayu.
Infrastruktur tersebut menjadi langkah awal menuju terwujudnya layanan listrik 24 jam di wilayah Batu Ampar.
Program kelistrikan ini, lanjut Ardiansyah, merupakan bagian dari 50 program unggulan Pemkab Kutim yang dirancang untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Meski progres fisik mulai tampak, Pemkab Kutim masih terus melakukan koordinasi intensif dengan PT PLN (Persero) guna memastikan seluruh desa yang direncanakan benar-benar masuk dalam cakupan pembangunan jaringan listrik.
“Saya terus menagih komitmen PLN. Informasinya ada sekitar 15 desa yang akan dialiri listrik, tetapi kami pastikan tidak ada desa yang terlewat,” tegasnya.
Ardiansyah mengakui, tantangan terbesar pembangunan jaringan listrik di Batu Ampar terletak pada kondisi geografis. Beberapa wilayah memiliki jarak yang jauh dengan medan yang sulit dijangkau.
“Contohnya di Tepian Langsat, jaraknya puluhan kilometer. Ini menjadi tantangan teknis, tetapi bukan penghalang untuk mewujudkan pemerataan listrik,” katanya.
Berdasarkan laporan terbaru yang diterima pemerintah daerah, proses pembangunan jaringan listrik di Batu Ampar ditargetkan terus berlanjut hingga memasuki awal tahun 2026.
Ardiansyah optimistis masyarakat Batu Ampar sudah dapat menikmati aliran listrik secara bertahap pada kuartal pertama 2026.
“Insyaallah sekitar Februari atau Maret 2026 listrik sudah menyala. Itu target yang terus kami dorong,” ucapnya.
Sementara itu, untuk wilayah yang memiliki kendala teknis berat dan belum memungkinkan tersambung jaringan utama, Pemkab Kutim bersama PLN menyiapkan opsi alternatif sebagai solusi sementara.
Alternatif tersebut meliputi penyediaan pembangkit listrik mandiri maupun genset komunal agar kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi sembari menunggu pembangunan jaringan permanen.
Bupati Ardiansyah menegaskan, pemerataan akses listrik merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Kutai Timur.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan