EXPRESI.co, KUTIM — Proyek peningkatan jalan nasional di kawasan Simpang Perdau, Kecamatan Bengalon menuju Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kutai Timur (Kutim) siap difungsikan.

‎Senin 4 Mei 2026 lalu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman turun meninjau lokasi. Memastikan kesiapan jalur tersebut sebelum dibuka untuk umum.

‎‎”Kami ingin memastikan bahwa jalan ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kutai Timur,” ucapnya, Rabu 6 Mei 2026.

‎Jalur pengalihan yang dibangun secara permanen ini memiliki panjang total sekitar 22 kilometer. Infrastruktur tersebut dinilai strategis karena menghubungkan antar-kecamatan hingga antar-kabupaten di wilayah Kutim.

‎Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dengan sektor swasta, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC), dengan pelaksana teknis di lapangan oleh PT Wijaya Karya (WIKA).

‎Saat ini, proses semenisasi jalan telah mencapai 100 persen, menandai peningkatan kualitas dari sebelumnya menjadi jalan permanen yang diharapkan lebih tahan lama.

‎Meski demikian, Bupati menegaskan masih ada sejumlah aspek teknis yang perlu disempurnakan, terutama terkait keselamatan pengguna jalan.

‎“Aspek keselamatan terutama pemasangan rambu dan kenyamanan pengguna jalan juga harus menjadi prioritas sebelum jalan ini diresmikan,” tegasnya.

‎Secara rinci, jalur alternatif ini memiliki panjang trase 22,05 kilometer, terdiri dari jalan pengalih sementara sepanjang 3,45 kilometer dan jalan utama permanen sepanjang 18,6 kilometer.

‎Ardiansyah juga menyoroti kondisi kemiringan badan jalan yang dinilai krusial dalam menjaga ketahanan infrastruktur.

‎“Saya menyoroti kemiringan jalan, karena ini sangat penting untuk memastikan air tidak menggenang dan merusak badan jalan,” tegasnya.

‎Selain itu, ia meminta pelaksana proyek segera melengkapi fasilitas keselamatan, termasuk rambu peringatan di titik rawan seperti tanjakan.(Yuristio)