Expresi.co, BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyampaikan para pemodal tidak perlu ragu untuk berinvestasi di Kota Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengaku dengan tangan terbuka menerima para investor yang berniat menyuntik dana mereka di Kota Bontang.
“Dengan bangga, dengan tangan terbuka kami menyambut para investor, pelaku usaha untuk berinvestasi di kota kami,” ucap Neni beberapa waktu lalu.
Bontang “Seksi”
Politisi Golkar itu menyatakan, meskipun Kota Bontang adalah daerah yang dapat dikatakan kecil, namun tidak luput dari mata investor.
“Walaupun Kota Bontang ini kecil, tapi kota yang sangat seksi. Kita bisa membangun investasi dan hilirisasi, dan kemudian pariwisata,” tuturnya.
Wali Kota dua periode itu lebih jauh menyampaikan keyakinannya bahwa jika para pemodal berinvestasi di Kota Bontang, mereka akan mendapatkan kepastian hukum.
“Dan kami siap menjamin kepastian hukum dan insyaallah ramah investasi ini yaitu kami sudah mempunyai digitalisasi dengan sistem OSS (Online Single Submission),” terangnya.
Dirinya optimis bahwa Kota Bontang ini adalah Kota Ramah investasi. Terbukti dengan regulasi dan pelayanan yang terbaik: mudah dan transparan.
“Jadi mari kota berinvestasi di Kota Bontang dan jadikan Kota Bontang ini Kota Ramah Investasi,” tuturnya.
Keterangan DPMPTSP
Investasi di Kota Bontang pada tahun 2024 berdasarkan keterangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang mencapai Rp2,7 triliun. Dengan target Rp2,5 triliun.
Untuk tahun ini Provinsi Kaltim menarget jumlah investasi di Kota Bontang sebanyak Rp2,5 triliun. “Karena melebihi target. Jadi dinaikkan lagi untuk tahun ini,” ucap Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur.
Kata dia, dari jumlah investasi tahun 2024, ada 512 tenaga kerja terserap dari berbagai sektor. Untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyerap sebanyak 475 tenaga kerja.
Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) ikut berkontribusi dengan 37 tenaga kerja. “Ini informasinya untuk 2024,” ucap Aspiannur.
Sementara itu, untuk tahun ini investasi di Triwulan III mencapai Rp821 miliar. “Kalau ditotal dari triwulan 1, 2 dan 3 sebesar Rp1,89 triliun,” ucapnya.
Sehingga total realisasi investasi sampai Triwulan III 2025 telah mencapai 75,85 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,5 triliun. (Adv)

Tinggalkan Balasan